Minggu, 29 April 2018

PCX Hybrid, Kurang Hybrid

Wah, ternyata artikel enggak terbit-terbit, jadi udah banyak yang ngulas PCX Hybrid nih. Jadi sekarang harus ganti judul T_T... Dikenalkan di ajang IIMS, PCX disebut sebagai motor hybrid pertama di dunia. beneran? Enggak lah, kita lihat dulu definisi teknologi hybrid dan kita lihat tingkatan teknologi hybrid ini, dan kita sebut mana saja yang sudah hybrid. Saya mau sedikit bahas dulu tentang teknologi hybrid, soalnya ada yang takut kalo pake teknologi hybrid perawatanya jadi makin sulit...

Hybrid

Teknologi hybrid pada dasarnya adalah penggunaan motor listrik untuk meningkatkan baik performa maupun efisiensi dari sebuah kendaraan, baik motor atau mobil. Efisiensinya dari mana saja?
  • Energi terbuang karena mesin langsam atau idle. Di mesin bensin tidak memungkinkan mesinya mati total dan bisa dimulai lagi tanpa bantuan motor listrik atau starter. Jadi dengan menggunakan mesin listrik atau motor starter, kita bisa meningkatkan efisiensi dengan mematikan mesin saat berhenti, baik itu setelah 3 detik, 5 detik, atau tergantung bagiamana pabrikan mendesain sistem hybrid mereka.
  • Fungsi starter yang sekaligus menjadi generator dapat mengubah energi kinetik menjadi listrik dan disimpan dalam baterai. Energi ini diambil hanya jika tuas rem di tarik menggunakan sebuah alogritma (komputer yang menentukan kapan regenerative breaking bekerja, kapan pengereman mekanik bekerja)
  • Energi slip kopling dapat diminalisir atau bahkan dihilangkan kalau akselerasi awal hanya menggunakan mesin listrik saja. Artinya, bisa lebih irit lagi.
Selain efisien apa lagi? Performa.
  • Performa tentu meningkat dengan torsi mesin listrik yang sudah tinggi dari rpm 0, tentunya akan menambah tarikan awal. 
  • Power juga akan meningkat donk, tapi ini tergantung performa mesin bensinya juga. Jadi kalo misal mesin listriknya satu poros atau terintegrasi dengan mesin bensin, power tertinggi dari mesin listrik belum tentu ada di power tertinggi mesin bensin. Misal power mesin listrik pada 3000 rpm dengan power 1kw, sementara power mesin bensin 10kw pada 8000 rpm, maka total power maksimalnya enggak 11kw. tetep 10kw. :D tapi kurva-nya lebih tajam di bawah terutama sampai RPM 3000 (termasuk torsinya ya)
Apa semua hybrid seperti deskripsi di atas? Belum tentu lah, sangat tergantung tingkatan hybridnya.

Tingkatan Hybrid

Ada 4 tingkatan hybrid, dari yang paling kecil sampai yang paling besar adalah plugin hybrid. Paling rendah kendaraan hybrid hanya menggunakan mesin listriknya untuk memutar kembali mesin saat berhenti di lampu merah atau lebih dari beberapa waktu. Paling tingginya, kalo jarak dekat bisa pakai listrik terus dan di isi menggunakan pengisian listrik untuk kendaraan, biasa disebut plugin hybrid.


Micro Hybrid

Adalah tingkat hybrid paling rendah, yaitu menghemat bahan bakar dengan mematikan mesin bensin saat berhenti dalam waktu yang lama. Dengan demikian akan lebih hemat kan, enggak ada bensin yang kebuang saat idling. Di motor Honda namanya Idling Stop System, atau Smart Start Stop kalo di Yamaha. Keunggulan mesin dengan micro hybrid, ya itu tadi, tidak ada bahan bakar yang terbuang saat mesin enggak ngapa-ngapain.

Mini Hybrid

Sebetulnya ada juga artikel (yang bukan wikipedia) menyebutkan kalau micro hybrid itu sudah mengekstrak energi pengereman ke baterai. Yang hanya menggunakan start-stop saja masuk ke mini hybrid. Tapi saya merujuk artikelnya ke wikipedia, jadi mengesampingkan kelas mini hybrid ini. (Mini bukanya harusnya lebih besar dari micro ya?)

Mild Hybrid

Lebih canggih dari Micro Hybrid, Mild hybrid selain idling stop juga mengambil energi saat mengurangi kecepatan atau yang biasa disebut dengan regenerative breaking. Nah, sepertinya ini yang nanti akan digunakan PCX Hybrid ini. Dengan menyimpan energi dari hasil pengereman, energi ini dapat digunakan saat melakukan akselerasi atau saat ingin mencapai kecepatan paling tinggi. Tentu saja idling stop atau start stop tetap akan digunakan dalam tingkatan hybrid yang ini.

Full Hybrid

Dapat menggunakan motor listrik sepenuhnya untuk bergerak tanpa bantuan mesin bensin. Mesin bensin akan menyala hanya jika daya baterai pada titik tertentu atau ketika menjelajah pada kecepatan tinggi dan dirasa mesin listrik sudah tidak lagi efisien dibanding mesin bensin. Dengan full hybrid, kondisi macet tentunya mesin listrik yang akan bekerja, karena mesin listrik bekerja sangat baik pada kondisi ini. Saat berakselerasi, kedua mesin akan bekerja sama untuk mendapatkan daya dan torsi maksimal. Ketika kecepatan sudah tidak bertambah atau dalam mode jelajah, mesin listrik akan berhenti membantu mesin bensin dan membiarkan mesin bensin yang menjaga kecepatan. Dengan begitu, performa lebih baik, efisiensi bahan bakar juga tentunya akan lebih tinggi karena memaksimalkan keuntungan kedua jenis mesin ini.
Tingkat hybrid ini juga memungkinkan mode charge depleting, atau hanya menggunakan mesin listrik saja sampai batas terendah daya listrik, baru menggunakan mesin bensin.

Plugin Hybrid

Adalah tingkat paling tinggi dari teknologi mesin hybrid. Dengan plugin hybrid, baterai dapat diisi ulang seperti layaknya kendaraan listrik, tapi tanpa diisi ulang juga tetap dapat digunakan layaknya kendaraan Full Hybrid. Keunggulanya, ketika kita menembus kemacetan dalam kota, kita bisa saja pakai elektriknya saja dan setiap sampai rumah atau sampai kantor di isi daya baterainya. Kalau ingin jarak jauh, baru gunakan mesin bensin layaknya sistem full hybrid. Intinya plugin hybrid ini memberikan kenyamanan perpaduan kendaraan listrik dan bensin.

PCX Hybrid

Mild Hybrid

Terus gimana dengan PCX Hybrid? Saya menduga yang digunakan adalah Mild Hybrid dengan tujuan utama meningkatkan performa. Saya menduga peningkatan performanya jauh terasa dibandingkan peningkatan efisiensi bahan bakarnya.
Mild Hybrid pada PCX saya lihat paling mudah penerapanya pada PCX, terutama karena sebelumnya PCX ini memang sudah Micro Hybrid. Tinggal ganti ACG-starter dengan MGU dan tambah daya baterai saja. Untuk mengendalikan torsi dan power dari mesin listriknya, tinggal tambah sensor throttle saja yang akan menyampaikan ke mesin listrik seberapa besar energi yang dikeluarkan atua daya yang digunakan untuk menggerakan roda belakang. Yang lainya tidak perlu ada yang dirubah.
Dari beberapa artikel yang saya baca, Honda PCX dibekali dengan baterai lithium 0,2 kwh dan motor listrik 1,4 kW pada 3000 rpm dan torsi 4,3 Nm pada rpm yang sama. Artinya ada tambahan 4,3 Nm sampai 3000 rpm, itu gede lho. Pada layar instrumen juga terlihat ada indikator baterai dan indikator charge/assist, artinya hanya ada charge pada saat mengurangi kecepatan dan assist pada saat akselerasi dan tidak ada mode charge depleting.

Kesimpulan

Dengan meningkatkan PCX dari Micro Hybrid ke Mild Hybrid tentunya akan meningkatkan performa PCX dibanding kompetitor. Dengan selisih harga mencapai 10 juta dengan PCX reguler, tentu juga jadi bahan pertimbangan. Tadinya saya pikir PCX akan mengelurkan versi Full Hybridnya, tapi sepertinya belum. 10 juta untuk mesin listrik yang lebih besar dan 0,2 kwh baterai? Saya belum terlalu tertarik sih.
Sebagai pertimbangan, harga baterai kendaraan listrik saat ini sekitar 250-300an dolar per kwh, artinya untuk baterai 0,2 kwh yang kalau dihitung saya dapatkan harga sekitar 900an ribuan atau kalo kita masukan biaya jadi 2 kali lipat sekitar 2 jutaan. Motor listrik sebesar 1,4 kw nah saya enggak tahu nih harganya, tapi kayaknya bisa lah selisihnya 5 jt aja dari yg ABS, di 38an gitu.
Kalo mau Full hybrid, Honda perlu desain satu kopling lagi antara mesin listrik dengan mesin bensin, jadi mesin listrik bisa berputar tanpa memutar mesin bensin. Nah, klo udah Full hybrid, harga di 40an juta lebih dikit, masih setuju lah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kunjungi Postingan Lainya