Selasa, 03 April 2018

Sayangi nyawamu, periksa brake pad setiap minggu

Brake pad, atau bahasa kita-nya kampas rem, adalah perangkat yang didesain habis pakai berfungsi untuk menghentikan laju kendaraan dengan mekanisme gesekan... ya kira-kira begitulah artinya. Berarti klo enggak ada brake pad atau kampas rem, enggak bisa berhenti donk? Bisa aja sih... tapi antara butuh waktu yang agak lama atau energi geraknya harus disalurkan jadi energi kinetik (tabrakan sama tembok atau benda lain yang cukup kuat untuk menerima hantaman kendaraan). Pokoknya, kampas rem ini penting banget di hampir setiap kendaraan (mungkin ada yang berhenti tanpa kampas rem, misalnya pake medan magnet).
Masalahnya, kapan sih kampas rem ini harus diganti? Ada yang bilang sekian ribu KM atau sekian puluh ribu KM, atau entah lah berapa, tapi ada yg ngeluh lho 4 bulan ganti kampas. Mungkin dipikirnya kampas remnya bisa dipake selamanya kali, atau setahun sekali gantinya. Sebetulnya sih kampas diganti ya kalo udah habis, kalo brake wear indicator-nya sudah tercapai, atau bahasa lokalnya indikator penggunaan kampas remnya sudah menunjukan 'habis.' Nah seperti apa sih break wear indicator ini?
Silakan klik gambar untuk memperbesar, itu ada buletan merah, itu break wear indicator di Honda PCX
Ini gambar diagramnya, lebih jelas. Tapi untuk lihat langsung ya seperti di atasnya, di foto dari bagian depan cakram.
Berapapun kilometernya, berapapun waktunya, asalkan sudah mendekat ke indikator, segera ganti aja. Karena rem ini bukan berdasarkan jarak atau waktu, tapi berdasarkan penggunaan. Kalo jarang dipake ya lama habisnya, kalo sering dipake ya cepet habisnya. Kira-kira yang mempengaruhi penggunaanya diantaranya sebagai berikut:

  • Perlambatan
    Berapa besar perlambatanya atau deselerasinya jadi salah satu penyebab kampas rem cepat habis. Kalo sering ngerem telat, beban rem tentunya akan semakin besar. Misalnya sering akselerasi kecepatan tinggi, kemudian ngerem tiba-tiba, tentunya kampas rem lebih cepet habis. Ya, semkin agresif berkendaraan semakin cepat habis kampas remnya.
    Kalo suka ngebut, ya baiknya ini di cek, enggak mau kan tiba-tiba blong gara-gara kampas ompong dan enggak nggigit?
  • Beban
    Semakin besar bobotnya, tentunya semakin besar energi yang dibutuhkan untuk menghentikan atau melambatkan kendaraan. Semakin banyak energi yang dikonversi menjadi panas dan semakin banyak juga penggunaan rem-nya. Jadi kalo sering bawa beban berat, kampas rem lebih cepat habis dari pada yang bawaanya enteng.
  • Cuaca
    Klo yg ini cuma kira-kira saya aja sih, tapi kira-kira cuaca yang berubah-ubah bikin kampas rem bekerja ekstrim di suhu yang berbeda. Kemungkinan akan mempengaruhi penggunaan kampas juga.
  • Masalah teknis/kualitas
    Kendali kualitas tentunya 'harus' di semua jenis perusahaan, tapi kalo ada yang nyelonong keluar yang kualitasnya kurang bagus, ya bisa aja terjadi sih. Atau memang menggunakan produk aftermarket yang kendali kualitasnya rendah. Diantara keduanya, bisa jadi kampas yang digunakan memang secara materaial lebih cepat habis. Ya, klo dapet yang begini, lebih baik cepet-cepet ganti aja... Dari pada masalahnya jadi tambah panjang dan lebar.
Harga kampas rem ini antara puluhan sampai ratusan ribu, tapi bisa menyelematkan nyawa dan meningkatkan kenyamanan berkendaraan. Kalo saya sih enggak mau nyawa dan kenyamanan berkendaraan ditukar dengan untung beberapa ratus ribu.
Brake indikator ini biasanya ada di buku manual, jadi jangan lupa baca buku manualnya, ya...
Pemeriksaanya enggak harus setiap minggu sih, setiap hari juga boleh, tapi kalo sebulan sekali, ya balik lagi tergantung penggunaanya, klo sering bakai baiknya diseringin lagi pengecekanya.

Selamat berkendaraan, semoga kita semua selamat sampai tujuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kunjungi Postingan Lainya