Senin, 16 Juli 2018

Batal Ngefans Gara-gara Oktan

Judulnya rada-rada click-bait ya, jadi tak jelasin di paragraf pertama, ini gara-gara browsing buku manual KTM yang ternyata butuh oktan ROM 95 atau PON 91, jadi batal ngefans KTM.

Awal cerita ketika liat-liat youtube, di sarankan buat nonton video KTM adventure 1290 baru. Agak kurang sreg sih sama model lampunya, tapi cukup unik... tapi emang biasanya motor-motor adventure itu unik-unik sih. Dalam hati bilang 'wah keren ya, suatu saat kalo ada rejeki jadi pengen punya motor sport KTM ah' setelah lihat produk KTM yang lain termasuk Duke dan RC.

Sebenernya sih dulu pernah pengen, tapi harganya mahal bianget, terus sekarang harganya kan turun tuh, jadi mahal aja (enggak bianget), jadi adalah kepengen buat nyobain seperempat liter kalo ada rejekinya. Sayangnya waktu itu inget kalo KTM itu minimal RON 95, tapi waktu itu lihat di halaman web KTM untuk pasar eropa sih, nah barang kali kan beda tuh untuk pasar sana dan asia tenggara. Tapi sayangnya enggak.


Performa Tinggi Oktan Tinggi

Tentunya motor performa tinggi perlu oktan tinggi juga, pastinya kan kompresinya tinggi. Kalo enggak oktan tinggi, bisa terjadi knocking kan, bikin mesin terlalu panas, ujung-ujungnya mesin enggak awet. Makanya penggunaan bahan bakar yang cocok ini penting.

Biasanya oktan yang tinggi berhubungan dengan performa mesin yang tinggi. Dengan kompresi tinggi dan volumetrik efisiensi yang tinggi menyebabkan kompresi mesin riil tinggi, memerlukan oktan yang tinggi juga. Jadi maklum lah kalau mesin dengan power luar biasa besar dengan kapasitas mesin yang relatif kecil memerlukan oktan yang relatif lebih tinggi.

Jadi harusnya biasa donk, klo KTM pake oktan tinggi? Ya, tapi paling enggak lebih tinggi dari premium dan bisa pake pertamax. Tapi nyatanya enggak gitu.

RON (Research Octane Number)

RON 95 ini susah lho di cari. Saya belum survey sih, tapi paling enggak dalam 50 km perjalanan luar kota, susah buat dapetin RON 95 ini, khususnya di Pantura. Bahkan sepanjang perjalanan mudik kemarin cuma ada 1 tempat sepanjang Indramayu-Cirebon yang jual oktan diatas 95 (RON98), itu pun cuma di sisi sebelah kiri (dari arah Indramayu). Mungkin ada yang lain, tapi enggak ngeh mungkin.

Jadi kalo pake motor dengan minimal RON 95, cuma bisa dipake di dalam kota. Lah terus kalo lagi jarak jauh enggak bisa dipake nih motor... waaah, moso motornya udah bagus, tapi langsung pensiun motoran jauh-nya. Akhirnya motor mahal banget yang sekarang jadi mahal aja itu jadi enggak bisa masuk dalam impian punya motor sport seperempat liter lagi.

Dan sepertinya semua mesin motor sport eropa seperti ini. BMW G310R juga ternyata punya oktan minimal 95. Motor eropa enggak bisa jalan jauh di Indonesia berarti nih, kecuali direncanakan nanti isi BBM-nya di titik-titik tertentu karena enggak semua SPBU sedia ron diatas 95. Karena masalah ini, pilihanya jadi balik lagi ke Jepang nih.

Sebagai acuan, Honda masih ngasih minimum RON 88 hampir di setiap motornya, sayang kejadian kemarin bikin ill-feel. Untuk Suzuki, juga sebagian besar lineupnya masih diatas RON 88 lho. Kalo Yamaha saya enggak tahu. Ini satu-satunya produk yang masih alien buat saya, belum pernah punya... Untuk kawasaki, beberapa produknya minimal ron 91, jadi harus pertamax. Pertamax cukup banyak kok sepanjang pantura sampe Prambanan, jadi masih ga masalah.

Kembali ke Jepang, Eropa masih jauuuh...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kunjungi Postingan Lainya