Sabtu, 07 Juli 2018

Motor Listrik Idaman

Sampai saat ini motor listrik di Indonesia belum ada yang serius dan menggantikan motor peminum bensin. Kalo dibandingkan yang udah ada sekarang, skuter entry level aja powernya enggak ada yang kurang dari 4 kW di roda, sementara skuter listrik yang udah ada di pasaran powernya cuma 0,8 kW, enggak ada seperempatnya. Karena power mesin cuma segitu, top speed dan akselerasi pun pasti kalah donk. Jarak dalam satu kali isi daya juga enggak tembus 100km, sementara skutik entry level bisa antara 120 - 150 km dalam satu kali isi BBM. Sampai kapan pun kalo speknya seperti ini enggak akan saya lirik lah kendaraan listrik ini. Nah, ini catatan yang mungkin bisa memberi gambaran seperti apa sih kira-kira bisa menarik saya sebagai pengguna roda dua antusias.



Kapasitas Baterai dan Jarak Tempuh

Kapasitas baterai mempengaruhi jarak tempuh, tapi bukan satu-satunya yang mempengaruhi jarak tempuh. Efisiensi mesin listrik juga bisa menjadi kunci untuk meningkatkan jarak tempuh. Nah, untuk kapasitas baterai kira-kira berapa yang cocok?

Kapasitas Baterai

Merujuk ke tangki bahan bakar PCX (karena adanya ini di rumah) yang 8 liter, dan kepadatan energi baterai lithium antara 400an Wh per liter (Tepatnya 250-600an), berarti bisa dibenamkan 8 x 400 Wh jadi sekitar 3,2 kWh menggantikan tangki bensin. Karena ada pengurangan bak oli untuk mesin bensin, ruang untuk silinder dan piston yang nanti akan diganti dengan mesin listrik, targetnya akan kita tambah volume penyimpanan untuk baterai 3 liter. Jadi kira-kirar bisa kita pakai baterai sekitar 4,4 kwh lah kira-kira.

Baterai 4,4 kwh ini sudah mirip sama punya gesits lho, dan dengan sasis dan body PCX masih mempertahankan kapasitas kargo-nya, enggak seperti PCX electric yang kargonya harus dikorbankan untuk tempat baterai.

Jarak Tempuh

Karena hanya menggunakan 4,4 kwh baterai, artinya kita memerlukan efisiensi di tempat lain, misalnya dengan menggunakan regenerative breaking yang dapat dikendalikan menggunakan micro controller. Otomatis kita akan menggunakan perangkat motor generator untuk mesin listriknya, bukan mesin listrik biasa.

Motor-generator ini akan berubah menjadi generator ketika melambatkan kendaraan, baik ketika melakukan pengereman atau mensimulasikan engine brake. Bahkan di beberapa motor listrik motor-generator-nya bisa digunakan untuk menghentikan laju kendaraan, jadi bisa dikemudikan tanpa menginjak tuas rem.

Untuk memaksimalkan kenyamanan berkendara, tentunya motor-generator ini dapat disetel menggunakan dua mode. Yang pertama generator akan secara otomatis mengurangi kecepatan dan memproduksi energi listrik hasil pelambatan itu saat tuas gas di tutup. Yang kedua generator akan mengurangi kecepatan saat tuas rem di tarik. Menggunakan algoritma yang disesuaikan, komputer akan memutuskan kapan rem belakang hanya menggunakan generator saja atau perlu tambahan dari rem mekaniknya. Dengan demikian, kampas rem juga bisa dihemat kan?

Dengan 10kW motor-generator-unit tentunya cukup untuk bikin berkendaraan nyaman, dan regenerative breaking bekerja baik.

Pengisian Daya

Dengan kapasitas baterai 4,4 kw, pengisian daya di rumah sepertinya bisa memakan waktu 8 jam, sementara untuk penggunaan SPLU (kalo daya yang diberikan 5kw) bisa 1 jam saja. Itu pun kalau memungkinkan membuat alat pengisi daya dengan kemampuan menyalurkan 5kw dalam 1 jam.

Sebelum ada tempat pengisian daya khusus untuk kendaraan listrik, belum bisa mengisi daya 80% dalam 30 menit atau lebih cepat lagi. Untuk saat ini, infrastruktur di Indonesia, cuma ada SPLU seadanya.

Jarak Tempuh

Jarak tempuh kendaraan imajinasi saya ini diprediksi dapat menempuh 60an km dengan kecepatan 120km/jam tanpa pengereman regenerative. Jika diaktifkan, saya yakin jaraknya akan 3 kali lipat dan menyentuh 180km dengan kecepatan rata-rata 60an km/jam. Jadi untuk penggunaan dalam kota bisa sampai 200 km lebih (karena di dalam kota kan rata-rata kecepatanya paling 30 km/jam)

Kalau pengisian daya di rumah membutuhkan waktu 8 jam, dan jarak tempuh dalam kota 200 km, artinya pengisian daya dalam 1 jam dapat memperoleh 25 km. Lumayan lah.

Harga

Dengan jarak tempuh real dalam kota atau sesuai dengan ECE-R40 mencapai 200 km (perkiraan saya sih), ada rasa ingin beli kalo harganya sekitar 30-40 jtan. Sayangnya untuk produksi dalam jumlah kecil harga segitu susah sih dengan fitur seperti diatas. Harga baterai aja saat ini sekitar 3,5 juta per kwh, berarti untuk baterai 4,4 kwh 15,4 jt untuk baterai aja. Motor-generator, controller, sasis, dan lain-lain dihargai 20jt sepertinya masih susah ya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kunjungi Postingan Lainya