Kamis, 09 Agustus 2018

Telkom-4 Mengorbit, Misi Merah Putih SpaceX, Sukses.



Ada yang tahu kalo tanggal 7 Agustus 2018 lalu, satelit Telkom-4 atau Satelit Merah Putih ini berhasil diluncurkan menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX? Yup, dengan biaya yang 25% lebih murah, yang artinya selisih 50 juta dollar dibanding peluncuran satelit Telkom-3S yang meluncur Februari Tahun lalu. Biaya satelit mungkin sama ya, tapi biaya peluncuran ini disinyalir karena roket SpaceX yang lebih canggih dan roket tahap pertamanya dapat digunakan kembali untuk penerbangan selanjutnya.

Satelit Telkom-4 atau Satelit Merah Putih ini adalah satelit komunikasi yang ditempatkan pada orbit geostasioner milik Indonesia yang ada di 108 derajat bujur timur. Diluncurkan dari Cape Canaveral pada pukul 1.18 malam, berjalan sukses, baik pendaratan kembali roket tingkat 1 Falcon 9 ataupun pelepasan satelit dari Geostationary Transfer Orbit (GTO), yang kemudian Satelit akan melanjutkan perjalanan sampai di Geostationary orbit. Perjalananya akan memakan waktu 11 hari untuk sampai ke orbit, akan diperkirakan tiba pada tanggal 18 Agustus 2018 dan akan mulai beroperasi mulai tanggal 15 September 2018.

Yang menarik dari peluncuran ini, Roket yang digunakan adalah roket yang sudah pernah digunakan sebelumnya. Merupakan roket Blok 5 yang pertamakali digunakan kembali setelah sebelumnya mengorbitkan satelit Bangabandhu-1 milik Bangladesh. Layaknya pesawat terbang yang sudah mendarat dan terbang lagi, roket bekas ini bukan berarti kualitasnya buruk, masa iya kita mau pake pesawat terbang yang selalu baru kalo terbang? Kan jadi mahal tiketnya...

Roket Blok 5 sendiri merupakan varian terbaru roket milik SpaceX yang punya daya dorong lebih besar, sehingga mampu membawa muatan yang lebih berat menuju orbit, baik Orbit Rendah Bumi, ataupun Orbit Transfer Geostationary. Sebelumnya SpaceX juga sudah beberapa kali menggunakan kembali roket tingkat satunya dan peluncuran kembali ini sampai saat ini selalu sukses. Bahkan jika digabungkan dengan peluncuran lain tanpa percobaan pendaratan kembali roket tingkat 1, persentase keberhasilan SpaceX mencapai 96,7% tidak jauh dibandingkan dengan roket Soyuz milik rusia yang sudah lebih dari 1700 peluncuran, persentase kesuksesanya mencapai 97,4% yang saat ini dengan 97,4% itu Soyuz termasuk roket yang paling berhasil lho. Kalau SpaceX mempertahankan kesuksesanya, bisa jadi mencapai 99%. Roket Tingkat 1 nya dapat digunakan kembali dalam rata-rata waktu sekitar 2 bulan, meliputi penggantian sparepart yang habis pakai, pengecekan kembali uji terbang dan pengisian bahan bakar. Wah, cukup punya 2 roket bisa dipake buat sebulan sekali berangkat ngorbitin satelit nih, hemat juga ya, dari pada tiap mau ngorbit harus bikin lagi dari awal, kan...

Sukses buat Telkom dan SpaceX, semoga semakin langgeng kedepanya. Biaya satelit turun, biaya telekomunikasi juga ikut turun kan? Hehehehe...




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kunjungi Postingan Lainya