Rabu, 07 November 2018

Setelah sekian lama, rakit komputer lagi.

Ceritanya pada suatu hari ada sekelibat pemikiran, laptop di rumah tinggal satu, itu juga dipake istri. Kalo mau perlu laptop di rumah harus gantian, kayaknya perlu beli deh... Diputuskan waktu itu untuk beli komputer tanpa beli casing (tadinya mau beli test bench aja yang ternyata lebih mahal), tapi mau ditaro mana ya casingnya... Beberapa hari selanjutnya teringat, oh iya, di rumah Bapak kan ada casing nganggur, ya, gimana kalo itu dipake aja? Setelah izin kesana kemari, karena itu komputer punya orang tua+adek+adek, akhirnya diboyong pulang.

Ketika di buka, di periksa, ternyata enggak ada yang gosong, enggak ada tanda-tanda kerusakan di PSU-nya. Alhamdulilah menghemat sampai 500 ribu (casing plus PSU). Lihat-lihat RAM ternyata masih DDR3, ya gpp lah, masih bisa dipake. Mobo juga ternyata udah LGA 1155, udah bisa pake intel core donk, ya mau dipake juga. Dan ada juga ini relic VGA Geforce 630 GT yang setelah cari-cari di internet passmarknya bernilai 746. Setelah diperiksa, ternyata prosesornya intel G2010 dengan hasil passmark 2500an. Yang kira-kira masih bisa dipake adalah RAM-nya yang setelah disekilidi diselidiki ternyata sebesar 2GB (mau 4GB dual channel kok nanggung, kenapa ga 8 GB aja dual channel)
Ini VGA GT630 dari digital alliance

Rencana Upgrade

Target processing powernya sekitar diatas 4000 score passmark, jadi paling enggak akan perlu ganti prosesor. VGA-nya juga perlu ganti, karena targetnya score-nya 1000. Lalu pastinya akan nambah ram 4gb 1 batang atau 2x4gb tergantung budget nanti. Dan, berikut hasil penelisikan saya mengenai harga-harga yang bertebaran di marketplace online:

Target prosesor adalah intel core i5 seri 2 atau 3, ternyata lihat dipasaran, stoknya agak susah yang box dan harganya lumayan, sekitar 1,3 yang seri 2 dan 1,5an yang seri 3. Masukin lah kalkulasi kalo pake yang seri 3, berarti biaya pertama adalah 1,5jt.

Target ram DDR3 ini rada miring sih yang 8GB ternyata cuma 800an kurang, jadi langsung pilih aja ini yang 8GB, yang 4GB juga dilirik sih harganya 400an lebih. Sampe sekarang budget sudah 1,9 minimal atau 2,3jt. Loh, udah tinggi ya harganya...

Target VGA maunya sih yang score passmark nya 1000an, tapi ternyata untuk ukuran GT 740 yang passmarknya 1500 ternyata harganya sekitar 1jtan... nah, jadi bengkak 3 jt lebih nih.

kanan: LGA 1155 chipset h61 sudah berumur, terpasang pentium G2010 di slot prosesornya.
kiri: AM4 chipset A320, sudah bisa menopang prosesor seri Ryzen, tapi belum bisa overclock


Rencana B

Setelah budget mendekati 3 jt, kita langsung beralih ke rencana B. Soalnya ini rebuild kan iseng-iseng hobi berhadiah PC yang bisa dipake buat produktivitas di rumah, jadi ya kalo bisa harganya ditekan serendah mungkin.

Setelah melirik kemungkinan-kemungkinan lain, termasuk menggunakan intel Core i3 yang ternyata semua skor passmarknya untuk socket 1155 ada dibawah 5000, sesaat pusing dan kesel, sampe tiba-tiba kok ada iklan si merah di FB. Si merah ini lawan tangguhnya si biru bertahun-tahun, dan saya belum pernah sekalipun pake si merah, selalu si biru. Baru beberapa waktu lalu saya nyaranin adik saya pake si merah, mereka ga komplen sih, tapi ga bilang apa gitu yang bilang bagus, jadi ga tau juga itu prosesor bagus apa enggak. Tapi dengan segala kenekatan, akhirnya saya beranikan diri untuk pakai simerah, dan mulai cari tau lineupnya apa aja.

Pencarian berbuah mangga (manis), akhirnya ketemulah kandidat yang tepat dengan biaya upgrade dibawah yang sebelumnya.

Karena mau ganti prosesor, ya saya juga harus ganti motherboard. Dan karena ini untuk keperluan umum (bukan gaming, mining atau editing), saya pilih socket AMD yang paling polos, atau sering disebut sebagia socket entry level A320. Socket ini hanya menyediakan 1 buah slot PCIE x16, bahkan klo ga salah ga ada slot M.2-nya. Pokoknya ini minimalis banget deh. Dipilih lah Biostar AM320MH Pro (entah kenapa ada pro-nya) dengan harga diatas 700 dibawah 800, lupa tepatnya berapa.

Untuk prosesor, tergoda sih pake ryzen 3 yang harganya 1,4an dengan nilai passmark mirip dengan i5 yang sebelumnya diincer, tapi harganya pengen tak teken lagi. Dan setelah di turunin spek harga, ternyata terpilih Athlon 200GE. Nilai passmarknya cuma 5200an (Sudah diatas 4000), harganya juga 800an (dibawah 900), jadi inilah yang dipilih.

VGA... Tunggu! kita lihat spek VGA bawaan Athlon 200GE, dan kenapa Athlon 200GE juga yang dipilih, bukanya Seri A yang harganya mirip (tapi ada juga yang lebih mahal)... Karena 200GE ini pake VGA onboard Vega 3, sama dengan Ryzen 3.  Athlon 200GE ini juga lebih adem dengan TDP 35W.

Jadi totalnya kira-kira 1,5-1,6jtan. Wah, tinggal RAM 4GB cukup nih, sekitar 2jt lebih dikit. Yak! Bungkus!! Tapi sayang, waktu mau beli RAM-nya uangnya ternyata kepake buat yang lain. Jadi baru ada Mobo dan Prosesor, RAM masih belum ada...

Untuk monitor, masih ada monitor jadul, mudah-mudahan masih bisa dikombinasikan dengan perangkat baru ini. Tapi kemarin dicoba tidak berhasil lantaran sepertinya default BIOS baru ini pake HDMI, bukan kabel VGA, jadi perlu setting BIOS dulu.


Mobo sudah terpasang, tapi harus dibuka lagi lantaran update BIOS error


Proyeksi Performa

Sayang, belum bisa dicoba... tapi kira-kira begini proyeksi performa dan penggunaan komputer ini jika nanti sudah bisa digunakan.

Sketchup 

Kalo enggak salah inget, aplikasi sketchup ini enggak terlalu berat, terutama kalo pemakaian sederhana sampai menengah. Waktu itu pernah buka gambar kompleks di core i3 seri 2 masih oke, berarti di sini pun masih aman karena performanya juga sudah lebih tinggi dari itu. Apalagi performa kartu grafisnya sudah lebih tinggi yang ini. Cuma bagian RAM aja yang mungkin bermasalah, saya belum tau sampai sekarang permasalahan di RAM ini akan sebesar apa, jadi ditunggu nanti kalo udah ada RAM-nya ya.

Video Editing

Untuk video berukuran HD saya rasa masih oke. Ini berdasarkan pengalaman, sebelumnya saya pakai core i5 7200u dari kantor untuk video editing dengan VGA Radeon R7 M460 lumayan sih, walau kalo gambar yang diedit lebih besar dari 720 pasti lag... Untuk performa real-nya, perlu dicoba nanti, tapi kalo dilihat dari memori VGA-nya, belum tahu juga nih imbasnya ke video editting. Karena sistem yang saya pakai sebelumnya VGA-nya discrete dengan 2GB VRAM.

Blender

Untuk modelling 3d menggunakan Blender, sepertinya juga enggak masalah. Kecuali kalau mulai bikin animasi dan render. Untuk render ini, semakin besar gambar yang dirender, akan semakin lama rendernya. Mangkanya, untuk kelas produksi film dengan animasi CG perlu komputer dengan prosesor yang mumpuni dan VGA yang baik.

Kesimpulan

Dengan harga segini (2,2 jt) udah bisa dapet lho komputer yang mumpuni. Kalo mau dari awal, berarti tinggal tambah monitor seharga 1jtan, dan casing seharga 500ribuan, jadi totalnya 3,7jtan sudah dapat komputer yang mumpuni untuk melakukan banyak hal, tapi enggak bersamaan ya...

Kapan-kapan jadi pengen beli yang unlocked dan motherboard yang mumpuni buat nyobain overclock, biar ga cuma teori aja yang bisa, praktek juga. Kali ada yang mau modalin :D atau ada sekolah yang minta anaknya dibekali kemampuan rakit komputer? Itu juga bisa, hehehe...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kunjungi Postingan Lainya