Minggu, 12 Agustus 2018

Klaim Garansi Suspensi PCX, Suspensi Baru Terpasang! (Part 3)

Setelah menunggu cukup lama, dijanjikan 14 hari kerja, tapi akhirnya hanya dalam 6 hari kerja part pengganti suspensi yang bisa di klaim itu datang di AHASS Sentra Armada Motor. Lebih cepat dari yang seharusnya, entah karena saya dua kali hubungin AHM lewat Astra Honda Care baik di Twitter dan Facebook, atau memang karena lebih cepat aja enggak tahu deh. Berikut saya ceritakan sedikit banyak dari Episode terakhir klaim suspensi PCX.

Untuk yang belum baca episode sebelumnya, silahkan baca di:
1. Klaim Garansi PCX, Kira-kira bisa ga ya?
2. Klaim Garansi PCX, Tinggal tunggu 14 Hari kerja

Part pengganti suspensi yang tergores koil

Waktu menunggu part, tentu ada pikiran, mungkin enggak bisa diganti dan dibatalin. Tapi ternyata setelah di telepon sama AHASS Sentra Armada Motor (SAM) saya jadi sedikit lebih lega. Kenapa sedikit, karena permasalahanya bisa aja menimpa suspensi baru ini. Toh saya enggak tahu dimana sebetulnya masalahnya, tapi yang pasti cover as suspensinya tergores koil/spring suspensi. Sebagai konsumen sih, saya maunya ya dibenerin aja, gimanapun caranya. Kalo harus ganti ya ganti, kalo bisa diperbaiki ya diperbaiki, yang jelas diperbaiki. Kalo dari saya pribadi sih, saya lebih percaya kalo ini memang murni desain suspensi yang bermasalah, entah memang semuanya bermasalah, atau hanya produksi bulan tertentu saja yang memang bermasalah.

Oke, saya lanjutkan cerita kronologinya, hari senin minggu lalu, tanggal 6 Agustus setelah menunggu satu minggu atau sekitar 6 hari kerja, akhirnya dihubungi pihak SAM. Tapi yang menghubungi duluan malah pihak Honda Daya Adicipta Motora sebagai main dealer jawa barat. Ditanya apakahsudah dihubungi SAM atau belum, tapi karena belum ya saya jawab belum. Selang beberapa menit (mungkin sekitar satu jam) baru pihak SAM menghubungi. Apa karena diingatkan buat hubungi saya, baru mereka menghubungi ya? Ya, sudahlah dibiarkan saja menjadi misteri. Akhirnya saya membuat janji untuk melakukan pemasangan hari Sabtu pagi sekitar pukul 9, seperti janjian sebelumnya waktu pemeriksaan klaim juga saya jam 9 ke AHASS SAM.

Selang beberapa hari, sehari sebelum saya ke-bengkel, ada telepon lagi masuk, nomor telepon Bandung. Saya pikir ini dari Daya Adicipta Motora lagi nih, mau menanyakan lagi, apakah sudah dihubungi lagi atau belum. Ya, betul dari Daya Adicipta Motora, tapi ternyata kali ini ada perwakilan dari sana yang sekalian ingin berkunjung. Wah, bisa sampai seperti itu ya, jauh-jauh dari bandung ke Jakarta buat ketemu saya, Rasa-rasanya kok Daya Adicipta Motora ini sangat memanjakan konsumen AHM ya, jadi senang. Sayangnya kalau pukul 9 mereka masih ada acara di Karawanga (kalo enggak salah inget), makanya minta diundur waktu pemasangan suspensi saya jadi jam 1 atau jam 2. Ya, karena sudah jauh-jauh nyempetin dateng, ya saya oke-in aja lah.

Hari Sabtu-nya saya datang jam 2, ya... karena perjalanan jauh, mereka biar istirahat dulu lah, dari Bandung-Karawang-Jakarta kan jauh ya, jadi saya kasih waktu setengah jam istirahat. Sayangnya, waktu saya sampe mereka belum dateng.

Di AHASS SAM saya ketemu lagi sama Pak Sarbini yang kemarin memeriksa klaim suspensi saya. Bapak Ramah ini menjelaskan kalo suspensinya sudah datang, tapi yang dari Daya Adicipta Motora belum datang, masih dalam perjalanan dan nyasar ke Margonda (atau manalah), jadi sambil nunggu ada pit kosong (pantesan penuh, pelayananya luar biasa enak ini), saya masuk ke ruang tunggunya yang berpenyejuk ruangan.

Saya pikir yang dari Daya Adicipta Motora bisa sampai setelah motor selesai, tapi ternyata belum ada tanda-tanda, jadi saya tambah lah pekerjaanya. Sekalian minta tolong bersihin CVT (tertulis di ruang tunggu kalo bersihin CVT 25 ribu). Setelah bersihin CVT pun ternyata belum dateng, untung ada adik sepupu yang nemenin, jadi enggak kerasa nunggunya.

Muncul lah 2 orang Satunya dari divisi teknik namanya pak Sukarna dan dari Costumer Care... Saya lupa. Maaf ya mas, harusnya saya rekam kemarin, hehehe.

Pak Sukarna banyak njelasin tentang suspensi ini, pernyataan dari pihak Honda dan Daya Adicipta Motora sama ternyata, suspensi bengkok itu hanya Visual, selama performa tidak berubah ya tidak masalah. Tapiii.... ada tapinya nih. Suspensi saya ini dari sisi Visual memang seperti itu, tapi seharusnya koil tidak menyentuh dan menggerus cover as-nya. Kalau sampai menggesek Cover, menimbulkan bunyi (seperti punya saya), atau performa suspensi berubah (belakangan saya juga merasa kalo memang ternyata beda performa suspensi yang ini dengan yang kemarin diganti), ini baru masalah.

Menurut pak Sukarna, dari pengamatan visual ada perbedaan antara suspensi dari motor saya dengan yang baru dipasang itu, tapi tentunya pak Sukarna tidak mau berkata banyak, karena suspensi harus dikirim dulu ke laboratorium AHM untuk mengetahui secara detil apa yang berbeda dengan suspensi saya ini. Sebetulnya kedatangan pihak Daya Adicipta Motora ke SAM ini untuk mengambil suspensi saya untuk dikirimkan ke AHM, tapi juga sekalian silaturahmi dengan konsumen Honda (saya) untuk menjelaskan mengenai layanan Honda, termasuk diantaranya Klaim ini.

Setelah ngobrol agak panjang, saya diminta untuk nyoba motor saya dulu nih. Saya tes muter-muter, mencari jalan rusak dan dipakai hingga kecepatan 40km/jam, dan ternyata ada perbedaan di performa suspensi belakang lho. Yang ini peredamanya lebih bagus. Rebound mungkin sama, tapi peredaman ini yang terasa berbeda. Waktu saya coba pakai boncengan dengan istri, komentarnya, ini seperti baru lagi. 'Waktu baru kan kena marka kejut juga enggak kerasa' katanya. Saya juga mikir, iya juga sih, ternyata signifikan ya kalo suspensi bermasalah seperti ini.

Dari Pihak Daya Adicipta Motora dan Sentra Armada Motor sendiri sih bilang, kalo ada masalah lagi, tolong segera beri tahu lagi. Kalau ada masalah dengan motornya lagi segera beri tahu, biar nanti segera di followup, termasuk suspensi penggantinya ini. Awalnya sih saya mau ganti suspensi yang lebih baik, tapi kalau seperti ini, saya jadi pengen tahu sejauh apa AHM akan memperbaiki motor saya kalau dikemudian hari ternyata suspensinya bermasalah lagi.

Untuk mencapai tahap bermasalah ini, saya perlu 8500 km dengan 80% dibawa sendiri (ke kantor+mudik). Nah, kalau nanti di 17000 km bermasalah lagi, kira-kira masih mau terima klaim-nya enggak ya Daya Adicipta Motora dan Astra Honda Motor?

Kepala mekanik SAM turun langsung

Untuk saya pelayanan Sentra Armada Motor dan Daya Adicipta Motora ini dapat bintang 5 dari 5 bintang. Sepupu sendiri sampe bilang, Ternyata pelayanan di Jawa Barat lebih bagus dari di tempat dia. Bukan cuma dalam hal klaim garansi, tapi juga tempat servis-nya dengan ruang tunggu ber penyejuk udara. Mudah-mudahan layananya bisa tetap terjaga dan pelangganya makin banyak yang puas. Nice!

Kamis, 09 Agustus 2018

Telkom-4 Mengorbit, Misi Merah Putih SpaceX, Sukses.



Ada yang tahu kalo tanggal 7 Agustus 2018 lalu, satelit Telkom-4 atau Satelit Merah Putih ini berhasil diluncurkan menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX? Yup, dengan biaya yang 25% lebih murah, yang artinya selisih 50 juta dollar dibanding peluncuran satelit Telkom-3S yang meluncur Februari Tahun lalu. Biaya satelit mungkin sama ya, tapi biaya peluncuran ini disinyalir karena roket SpaceX yang lebih canggih dan roket tahap pertamanya dapat digunakan kembali untuk penerbangan selanjutnya.

Satelit Telkom-4 atau Satelit Merah Putih ini adalah satelit komunikasi yang ditempatkan pada orbit geostasioner milik Indonesia yang ada di 108 derajat bujur timur. Diluncurkan dari Cape Canaveral pada pukul 1.18 malam, berjalan sukses, baik pendaratan kembali roket tingkat 1 Falcon 9 ataupun pelepasan satelit dari Geostationary Transfer Orbit (GTO), yang kemudian Satelit akan melanjutkan perjalanan sampai di Geostationary orbit. Perjalananya akan memakan waktu 11 hari untuk sampai ke orbit, akan diperkirakan tiba pada tanggal 18 Agustus 2018 dan akan mulai beroperasi mulai tanggal 15 September 2018.

Yang menarik dari peluncuran ini, Roket yang digunakan adalah roket yang sudah pernah digunakan sebelumnya. Merupakan roket Blok 5 yang pertamakali digunakan kembali setelah sebelumnya mengorbitkan satelit Bangabandhu-1 milik Bangladesh. Layaknya pesawat terbang yang sudah mendarat dan terbang lagi, roket bekas ini bukan berarti kualitasnya buruk, masa iya kita mau pake pesawat terbang yang selalu baru kalo terbang? Kan jadi mahal tiketnya...

Roket Blok 5 sendiri merupakan varian terbaru roket milik SpaceX yang punya daya dorong lebih besar, sehingga mampu membawa muatan yang lebih berat menuju orbit, baik Orbit Rendah Bumi, ataupun Orbit Transfer Geostationary. Sebelumnya SpaceX juga sudah beberapa kali menggunakan kembali roket tingkat satunya dan peluncuran kembali ini sampai saat ini selalu sukses. Bahkan jika digabungkan dengan peluncuran lain tanpa percobaan pendaratan kembali roket tingkat 1, persentase keberhasilan SpaceX mencapai 96,7% tidak jauh dibandingkan dengan roket Soyuz milik rusia yang sudah lebih dari 1700 peluncuran, persentase kesuksesanya mencapai 97,4% yang saat ini dengan 97,4% itu Soyuz termasuk roket yang paling berhasil lho. Kalau SpaceX mempertahankan kesuksesanya, bisa jadi mencapai 99%. Roket Tingkat 1 nya dapat digunakan kembali dalam rata-rata waktu sekitar 2 bulan, meliputi penggantian sparepart yang habis pakai, pengecekan kembali uji terbang dan pengisian bahan bakar. Wah, cukup punya 2 roket bisa dipake buat sebulan sekali berangkat ngorbitin satelit nih, hemat juga ya, dari pada tiap mau ngorbit harus bikin lagi dari awal, kan...

Sukses buat Telkom dan SpaceX, semoga semakin langgeng kedepanya. Biaya satelit turun, biaya telekomunikasi juga ikut turun kan? Hehehehe...




Kunjungi Postingan Lainya