Kamis, 17 Januari 2019

Enggak semua internet unlimited itu sama...

Ya iyalah, kalo sama gimn juga mereka bisa bersaing kan. Tapi bingung kan milihnya, kira-kira bagusan yang mana satu sama lain. Pilih yang paling murah ja, toh unlimited... Kalo latency-nya kegedean gimana? (apa sih latency) Kalo upload speadnya ternyata enggak cukup gimana? Kalo gara-gara cuaca koneksi terputus gimana? (tapi klo ga putus mati lampu sama aja sih.)



Harga VS Kecepatan

Bandingin nih, harga sama kecepatan yang didapat. Kalo kecepatanya 10mbps harganya 350 ribu, pesaingnya 20mbps 300 ribu, ya jelas pilih pesaingnya lah, hahaha, itu keliatan ya. Pokoknya dibandingin deh antara harga dengan kecepatanya. Bisa juga harganya misalnya 2 kali lebih mahal tapi kecepatanya 4 kali lebih cepat, bisa bagi-bagi tetangga kan kalo kaya gini, hehe.

Tapi jangan lihat apa yang tertera di brosur atau iklan internet ya, biasanya yang tertera adalah kecepatan download. Misalnya kecepatan yang tertera 10 mbps terus tertulis kecepatan 10:1 artinya dari 10 mbps itu, hanya 1 mbps yang digunakan untuk upload. Ini cocok untuk pengguna yang suka browsing-browsing, streaming film atau acara TV, download game, tapi enggak cocok buat orang yang produktivitasnya di internet. Produktivitas di internet itu misalnya, upload konten video, upload konten gambar, atau mungkin malah komunikasi video call dengan client. Kalo remote desktop masih bisa kali ya, masih bisa dibatasi volume datanya.

Angka 6 itu latency, yang tengah itu kecepatan unduh dalam bit dan yang paling kanan kecepatan unggah dalam bit juga

Kenapa jadi masalah kalo uploadnya kecil? Ya, kalo 1mbps itu berarti sekitar 128kB/s yang artinya klo mau upload video 4k 100mb yang paling cuma beberapa detik butuh waktu 13 menit. Bayangin kalo yang di upload 1 Giga, bisa berapa jam itu? Yang biasanya video 4k kan belasan menit juga udah gigaan. Video call juga terganggu terutama kalo dipake bareng-barang dalam satu sambungan internet. Video call can selain nerima gambar juga ngirim gambar, kalo misalnya data gambar dan suara yang dikirim terlalu kecil otomatis kualitas gambar akan berkurang, kalo enggak berkurang ya pasti putus-putus.

Latency

Lantecy (kayaknya diterjemahin jadi lantesi ya) adalah kecepatan respon dalam hal ini respon jaringan. Bisa aja kecepatan volume datanya besar, tapi latency nya juga besar (latency semakin kecil semakin bagus). Ini menyiksa untuk gamer professional, karena mereka enggak perlu bandwidth atau kecepatan terlalu besar, tapi yang penting latency bisa sekitar 20ms.

  • Bandwidth besar Latency besar, ini misalnya menggunakan komunikasi satelit. Karena komunikasi satelit memerlukan data terbang sampe satelit dulu, baru balik ke bumi sampe di bumi muter-muter dulu nyari server, baru kemudian server ngirim ke stasiun bumi, kirim ke satelit baru balik ke browser, maka latency nya psati besar. Kenapa pasti besar? Jarak dari bumi ke satelit komunikasi (biasanya pada orbit geostasioner) itu 35 ribu km klo bolak balik itu 70 ribu km. Nah, data itu dari dikirim dari lokasi, ke satelit sampe server itu 70 ribu km minimal. Klo dua kali ya 140 ribu km. Kecepatan cahaya itu 299 ribu km/detik, artinya dalam satu kali jalan gelombang elektromagnetik bergerak dengan kecepatan cahaya, maka dibutuhkan setengah detik untuk merespon, atau sekitar 500 ms. Klo untuk kita setengah detik enggak apa-apa kali ya, tapi untuk pro ini udah lag.
    Gejalanya klo di web browser ini kita udah masukin alamat website dan pencet enter, nunggu agak lama, tiba-tiba seluruh halaman langsung termuat penuh.
  • Bandwidth kecil latency kecil, ini kaya menggunakan sambungan modem telepon jaman dulu kayaknya. Sekarang enggak ada kali ya yang pake kabel tembaga dengan kecepatan sangat rendah, klo ga salah dulu itu modem kecepatanya 56kbps. Intinya sih walaupun lewat teknologi kabel tembaga, latency masih bisa cukup rendah kalo servernya deket, jadi tergantung lokasi server juga. Tapi karena bandwidthnya rendah, klo pake model sambungan ini halaman web akan muncul pelan-pelan segera setelah memasukan alamat web dan di enter.
  • Bandwidth besar latency kecil, nah ini yang paling cucok meong. Bahkan dulu pernah lihat ada promosi paket gamer menjamin latency rendah dengan bandwidth 5mbps (besar untuk ukuran zaman dulu) tapi sayang lupa apa nama providernya dan di masa itu saya belum kenal latency.

Jaringan

Nah, sampailah kita di akhir pembahasan. Semua yang diatas itu enggak penting kalo enggak ada jaringanya. Misal di perumahan cuma ada indihome, walau ngidamnya kaya apa pengen Myrepublic ya bisanya cuman langganan Indihome atau enggak usah langganan. Kan kezel ya...

RT-RWnet?

Oh iya, ada satu teknologi lagi yang ketinggalan namanya RT-RWnet. Untuk satu RT oke, untuk satu RW lumayan, untuk beberapa jaringan RW yang disebar menggunakan wifi jarak jauh? Ini yang kalo manajemenya kurang bagus ya enggak bagus juga jaringanya. Latency buruk, bisa jadi malah bandwidth juga ikutan terganggu gara-gara data ngantri di salah satu titik persimpangan.

Direkomendasikan? Untuk jaringan beberapa RT sampai satu RW oke, tapi untuk beberapa RW, ya tergantung sama manajer jaringanya. Saya pernah beberapa kali langganan jaringan model ini, ada yang bagus, dan ada juga yang kurang bagus. Klo yang kurang bagus ini kadang di tes speed oke, tapi latency lama banget.

Paket khusus

Ada paket khusus lho, jadi enggak semua paket unlimited sama. Misalnya ada paket game, untuk beberapa game yang dimainkan pake jaringan penyedia layanan internet itu dapet exp lebih banyak atau dapet item khusus. Atau ada juga yang menjamin latency ke server-server game itu bisa dibawah 25ms (milisecond/milidetik) atau lebih rendah.

Paket game indihome

Dulu juga pernah lihat ada peket untuk yang suka nonton. Jadi lewat jaringan dia kalo nonton beberapa penyedia layanan streaming premium bisa akses gratis.

Kesimpulan

Jangan males baca. Semua paket itu ada tujuanya dengan target calon pengguna yang beda-beda, jadi siapa tau kita termasuk ke salah satu target penggunanya. Kalo pas dapet paket yang sesuai sama keinginan, pasti bisa menggunakan benefit maksimal dari paket internet tersebut.

Udah, gitu aja.

Senin, 14 Januari 2019

Pentingnya memilih PSU (Power Supply Unit)

Kalo beli komputer, pasti yang dipikirin pengen prosesor yang itu, VGA-nya anu, motherboardnya ini, casingnya yang lampunya banyak kayak ono, tapi pernah mikirin PSU atau Power Supply Unit atau yang biasa disebut Power Supply ga? Alat yang menyediakan daya untuk seluruh perangkat yang ada di komputer ini sering terpinggirkan (dulu saya jarang mikirin perangkat yang satu ini), karena kalo dipikir, yang penting kan daya yang dibutuhkan terpenuhi, ya brand apa aja boleh lah.

Entah PSU apa ini :D

Itu dulu, sebelum tau kalo efisiensi PSU itu bisa drop sampai 50% atau mungkin lebih sedikit dari itu. Sekarang, setelah melihat beberapa pengujian di Youtube_belum pernah uji sendiri karena belum punya alatnya_ akhirnya saya sadar... saya tercerahkan kalo PSU juga menentukan! Menentukan seberapa besar perbedaan tagihan listrik yang harus dibayar kalo pake PSU abal-abal dengan watt besar.

Fungsi Power Supply

Ya, buat supply power lah, menyediakan daya listrik untuk dipakai pada sebuah PC. Tapi bukan cuma menyediakan lho, sebetulnya PSU ini merubah daya listrik rumahan tegangan tinggi dengan arus bolak balik atau yang biasa disebut AC, ke listrik searah yang teganganya lebih rendah atau disebut DC. Selain itu PSU juga memisah-misah daya yang dibutuhkan menjadi lebih kecil dengan voltase yang disesuaikan ke beberapa colokan yang salah satunya adalah colokan 24 pin yang biasanya ke motherboard.

Jumlah colokan ini berbeda antara satu PSU dengan yang lainya. Kalo buat komputer yang biasa-biasa aja seperti yang saya bangun kemarin mah, pake PSU biasa juga cukup, palingan cuma power buat Motherboard sama buat kipas dan hardisk, udah. Kalo misal mau pake kartu grafis tingkat tinggi yang membutuhkan daya tambahan dari PSU, ya perlu ada tambahan kabel yang kadang di PSU biasa enggak ditemuin.

Efisiensi

Efisiensi PSU ini yang paling krusial, biasanya lebih efisien berarti lebih mahal, walaupun enggak selamanya kaya gitu, kali aja ada PSU murah yang efisiensinya tinggi. Permasalahan utama PSU terletak dari fungsi PSU sendiri, yaitu merubah arus bolak-balik menjadi arus searah yang tadinya teganganya tinggi arusnya kecil ke arus besar tegangan rendah kemudian dibagi-bagi ke beberapa colokan alias socket.

Kalo masih atau sedang belajar arus listrik, pasti tau nih, perubahan tegangan dan arus ini pasti tidak sempurna, alias ada energi yang terbuang menjadi energi panas. Dengan panas yang tinggi hambatan listrik juga semakin tinggi, dan panas semakin tinggi dan hambatan semakin tinggi dan terus seperti itu sampai efisiensi PSU itu turun hingga 50 atau bahkan 40%. Nah, kalo punya PSU biasa-biasa aja atua bawaan casing, biasanya ini yang terjadi, jadi walau sistemnya cuma membutuhkan misalnya 200 watt, gara-gara PSU-nya jelek bisa jadi energi yang terserap malah sampe 400 watt (dan biasanya PSU-nya bawaan itu 450 watt, tipis banget bentar lagi enggak kuat ngangkat).


Nah, kalo mau aman sih coba cari PSU dengan sertifikat 80 Plus. 80 Plus ini menjamin kalo PSU-nya akan punya paling rendah 80% efisiensi. Sertifikasinya juga ada tingkatanya.dari 80 plus, 80 plus bronze sampe terakhir 80 plus titanium dengan efisiensi hingga 90 persen.

Kesimpulan

Jadi, pilih PSU jangan sembarangan kalo enggak mau tagihan listrik melonjak tinggi. Masukan budget juga untuk PSU biar enggak bingung belakangan.

Rabu, 09 Januari 2019

RAM, apa fungsinya?

Dulu pernah denger ada orang lagi milih-milih smartphone, dia tanya, "Ini RAM-nya berapa?" Dijawab 2Giga sama si empunya toko. Orangnya komentar "Yang 4Giga ada enggak? Kalo 2Giga masih kurang cepet." Pertanyaan muncul, Kok bisa 4 Giga lebih cepet dari 2 giga? Ukuran yang dimaksud itu kan volume atau banyaknya data yang bisa disimpan dalam RAM, bukanya kecepatan. Lha, terus kenapa bisa ram-nya lebih banyak jadi lebih cepat? Kita harus tahu dulu fungsi RAM itu apa.

Team Elite yang dipake di rumah, tapi cuma satu sih, ini gambarnya dua :D

Memori dalam Komputer (termasuk HP)
Dalam komputer itu minimal ada 3 jenis memori, memori penyimpanan (storage) yang biasanya kalo di komputer dalam bentuk hardisk atau SSD. Yang kedua adalah RAM atau Random Access Memory, yang sesuai namanya memori ini akan diakses secara acak oleh prosesor untuk menjalankan program baik itu Sistem Operasi (Operating System/OS) atau program lain yang sedang berjalan. Sementara yang terakhir adalah ROM atau Read Only Memory yang sesuai namanya juga, ROM tidak dapat ditulis, tapi hanya bisa dibaca, ya semacam rujukan untuk sebuah perangkat bekerja sesuai dengan kegunaanya, misalnya Firmware. Etapi kadang firmware juga bisa di update ya? Jadi tetep bisa ditulis donk? Mungkin bisa kita bahas di artikel lain ya.

Fungsi RAM

Terus, apa fungsinya RAM? RAM adalah memori yang dapat diakses prosesor dengan cepat yang fungsinya adalah menampung semua kalkulasi atau program yang sedang dijalankan oleh prosesor. Ibaratnya kalo komputer adalah toko, prosesor adalah petugas penjual dan proses adalah proses jual beli, maka RAM etalase toko-nya.

Jual beli akan cepat terjadi kalo semua barang ada di etalase kan? Tinggal tunjuk, ambil di etalase, bayar, selesai. Tapi karena biasanya etalase toko ini terbatas, maka sebagian barang akan dimuat di gudang. Nah kalo enggak ada di etalase, akan nengok ke gudang dulu, kan. Makanya transaksinya akan lebih lambat.

Waktu proses booting (menyalakam komputer/ponsel), atau menjalankan program baru, prosesor akan mengambil data yang diperlukan dan ditaruh di RAM, biar prosesnya lebih cepet, terutama untuk program yang sedang berjalan. Kalo kita ibaratkan toko tadi, tokonya baru buka, terus dipindahin deh tuh sebagian barang yang digudang, yang akan banyak pembelinya ke etalase.

Seberapa cepat RAM ini? Pokoknya cepet bianget, hahaha... Untuk DDR4 dengan data rate 2133, kecepatan transfernya mencapai 17066.67 MB/s atau setera 17 GB/s -an. Artinya kalo ambil atau nulis data sebanyak 1TB bisa terjadi dalam 1 menit... WOW, kan?!

Kenapa RAM enggak dijadiin Storage aja?

Iya donk, orang kan maunya cepet diakses, bisa buat nyimpen banyak data, kenapa enggak disimpan di RAM aja? Jawabanya karena enggak praktis. RAM termasuk memori Volatile, maksudnya RAM memerlukan arus listrik untuk mempertahankan isi yang ada di dalam RAM. Kalo arus listrik terputus, ya hilang semua yang ada di dalam RAM, emangnya mau setiap matiin komputer atau laptop atau hp, terus datanya hilang semua?

SSD NVME dari samsung

Kalo mau cepet, ada satu teknologi yang sudah memungkinkan untuk menyamai kecepatan RAM, namanya NVMe. Kecepatan transfer NVMe bisa mencapai 32GB/s Nah, sekarang kita balik, kenapa enggak NVMe ini dijadiin RAM? Walau transfer rate-nya sama, tapi latency-nya berbeda. Prosesor mengakses RAM dalam Bit, jadi latency lebih diperlukan dari transfer rate. Lagian, kalo kita beli RAM enggak pernah ditulis kecepatan transfer dalam MB atau GB, tapi pasti dalam MT/s (Mega Transfer per second).

Apa kalo RAM besar jadi semakin cepat?

Ya enggak lah... Taaapiiii, dengan ram yang besar, sistem operasi enggak perlu sering-sering mindahin data dari RAM ke storage atau ngosongin RAM untuk program yang sedang berjalan di latar belakang. Prosesor lebih leluasa. Tapiiiii, misal enggak banyak aplikasi yang jalan di latar belakang, ya buat apa punya RAM besar-besar juga? Jadi, sangat tergantung sama penggunanya nih, apakah perlu banyak RAM atau enggak.

RAM makin besar bukan makin cepet, ya... tapi prosesor jadi makin leluasa memakai banyak aplikasi dalam satu waktu, dan semakin banyak aplikasi yang bisa disimpan di RAM artinya kalo nanti mau membuka lagi aplikasi tersebut, akan lebih cepat dibanding harus mengakses dari storage.

Kunjungi Postingan Lainya