Rabu, 09 Januari 2019

RAM, apa fungsinya?

Dulu pernah denger ada orang lagi milih-milih smartphone, dia tanya, "Ini RAM-nya berapa?" Dijawab 2Giga sama si empunya toko. Orangnya komentar "Yang 4Giga ada enggak? Kalo 2Giga masih kurang cepet." Pertanyaan muncul, Kok bisa 4 Giga lebih cepet dari 2 giga? Ukuran yang dimaksud itu kan volume atau banyaknya data yang bisa disimpan dalam RAM, bukanya kecepatan. Lha, terus kenapa bisa ram-nya lebih banyak jadi lebih cepat? Kita harus tahu dulu fungsi RAM itu apa.

Team Elite yang dipake di rumah, tapi cuma satu sih, ini gambarnya dua :D

Memori dalam Komputer (termasuk HP)
Dalam komputer itu minimal ada 3 jenis memori, memori penyimpanan (storage) yang biasanya kalo di komputer dalam bentuk hardisk atau SSD. Yang kedua adalah RAM atau Random Access Memory, yang sesuai namanya memori ini akan diakses secara acak oleh prosesor untuk menjalankan program baik itu Sistem Operasi (Operating System/OS) atau program lain yang sedang berjalan. Sementara yang terakhir adalah ROM atau Read Only Memory yang sesuai namanya juga, ROM tidak dapat ditulis, tapi hanya bisa dibaca, ya semacam rujukan untuk sebuah perangkat bekerja sesuai dengan kegunaanya, misalnya Firmware. Etapi kadang firmware juga bisa di update ya? Jadi tetep bisa ditulis donk? Mungkin bisa kita bahas di artikel lain ya.

Fungsi RAM

Terus, apa fungsinya RAM? RAM adalah memori yang dapat diakses prosesor dengan cepat yang fungsinya adalah menampung semua kalkulasi atau program yang sedang dijalankan oleh prosesor. Ibaratnya kalo komputer adalah toko, prosesor adalah petugas penjual dan proses adalah proses jual beli, maka RAM etalase toko-nya.

Jual beli akan cepat terjadi kalo semua barang ada di etalase kan? Tinggal tunjuk, ambil di etalase, bayar, selesai. Tapi karena biasanya etalase toko ini terbatas, maka sebagian barang akan dimuat di gudang. Nah kalo enggak ada di etalase, akan nengok ke gudang dulu, kan. Makanya transaksinya akan lebih lambat.

Waktu proses booting (menyalakam komputer/ponsel), atau menjalankan program baru, prosesor akan mengambil data yang diperlukan dan ditaruh di RAM, biar prosesnya lebih cepet, terutama untuk program yang sedang berjalan. Kalo kita ibaratkan toko tadi, tokonya baru buka, terus dipindahin deh tuh sebagian barang yang digudang, yang akan banyak pembelinya ke etalase.

Seberapa cepat RAM ini? Pokoknya cepet bianget, hahaha... Untuk DDR4 dengan data rate 2133, kecepatan transfernya mencapai 17066.67 MB/s atau setera 17 GB/s -an. Artinya kalo ambil atau nulis data sebanyak 1TB bisa terjadi dalam 1 menit... WOW, kan?!

Kenapa RAM enggak dijadiin Storage aja?

Iya donk, orang kan maunya cepet diakses, bisa buat nyimpen banyak data, kenapa enggak disimpan di RAM aja? Jawabanya karena enggak praktis. RAM termasuk memori Volatile, maksudnya RAM memerlukan arus listrik untuk mempertahankan isi yang ada di dalam RAM. Kalo arus listrik terputus, ya hilang semua yang ada di dalam RAM, emangnya mau setiap matiin komputer atau laptop atau hp, terus datanya hilang semua?

SSD NVME dari samsung

Kalo mau cepet, ada satu teknologi yang sudah memungkinkan untuk menyamai kecepatan RAM, namanya NVMe. Kecepatan transfer NVMe bisa mencapai 32GB/s Nah, sekarang kita balik, kenapa enggak NVMe ini dijadiin RAM? Walau transfer rate-nya sama, tapi latency-nya berbeda. Prosesor mengakses RAM dalam Bit, jadi latency lebih diperlukan dari transfer rate. Lagian, kalo kita beli RAM enggak pernah ditulis kecepatan transfer dalam MB atau GB, tapi pasti dalam MT/s (Mega Transfer per second).

Apa kalo RAM besar jadi semakin cepat?

Ya enggak lah... Taaapiiii, dengan ram yang besar, sistem operasi enggak perlu sering-sering mindahin data dari RAM ke storage atau ngosongin RAM untuk program yang sedang berjalan di latar belakang. Prosesor lebih leluasa. Tapiiiii, misal enggak banyak aplikasi yang jalan di latar belakang, ya buat apa punya RAM besar-besar juga? Jadi, sangat tergantung sama penggunanya nih, apakah perlu banyak RAM atau enggak.

RAM makin besar bukan makin cepet, ya... tapi prosesor jadi makin leluasa memakai banyak aplikasi dalam satu waktu, dan semakin banyak aplikasi yang bisa disimpan di RAM artinya kalo nanti mau membuka lagi aplikasi tersebut, akan lebih cepat dibanding harus mengakses dari storage.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kunjungi Postingan Lainya