Kamis, 12 Juli 2018

Beda Kompresi, Berapa Selisih Powernya?

Komentar sepupu di facebook tiba-tiba membrikan inspirasi artikel :D sebetulnya kalo ada satu mesin yang sama, bahkan kompresinya sama, tapi satunya bisa minum BBM RON 88 satunya minimal RON 92, kira-kira berapa besar ya perbedaan powernya? Nah, dengan sebuah rumus excel yang dikasih sama om motogokil.com saya bisa sedikit memberikan simulasi nih antara mesin yang disetel bisa minum RON 88 vs RON 92 dengan spesifikasi yang identik.

Pada artikel 'tentang angka oktan dan kompresi' saya sudah sedikit memberikan catatan tentang kompresi yang tertera pada brosur dan kompresi kenyataan pada kendaraan. Di artikel itu saya juga sudah menulis kalau kompresi riil ini berhubungan dengan Volumetric Efficiency atau VE yang satuanya menggunakan persen (%). Semakin tinggi VE-nya, semakin dekat kompresi riil mesin dengan kompresi yang dihitung saat piston pada TMB dan TMA.

Untuk memudahkan dan mensimulasikan se-mendekati mungkin dengan kenyataan, saya akan ambil data dari kendaraan yang sudah ada dengan kompresi yang lumayan besar, tapi katanya tetap bisa menggunakan oktan dengan RON 88 atau bahasa gampangnya premium ready.

Metode mencari variabel dari mesin Sonic 150 ini adalah dengan melihat spesifikasi yang ada, diameter dan langkah piston, kompresi serta powernya. Kemudian menebak VE-nya yang kira-kira menghasilkan CR (compression Ratio) riil nya kurang dari 9. Kemudian menentukan rasio bahan bakar dan udara sehingga powernya sesuai dengan yang ada di brosur atau di website AHM.

Dari data yang ada, dapat saya simpulkan kalau memang premium ready, VE honda Sonic ini sekitar 78% dan menghasilkan CR riil 9 (saya anggap premium ready ya). Dengan VE seperti itu, untuk mendapatkan kekuatan mesin 16 ps, memerlukan rasio udara-bbm sekitar 11,6. Eng... kok enggak pas ya, kalo 11,6 : 1 ini udah dibawah 12 : 1 yang katanya rasio output maksimal dari mesin berbahan bakar bensin. Jadi kalo saya perbaiki rasionya AFR jadi 12, yang saya dapet powernya cuma 15,42 ps dan kalo saya naikin kompresinya riilnya biar dapet power 16 ps, CR riil naik ke 9,3:1 dan ini enggak jadi premium ready donk. Tapi karena fokus-nya ke premium ready saya pake yang rasio bahan bakarnya berlebihan banget, ya.



Setelah data tersebut masuk semuanya, barulah saya mulai menaikan VE yang tentunya akan menaikan CR. VE saya naikan agar mesin hanya bisa menggunakan Pertamax Only, yang katanya RON 92 itu digunakan untuk mesin kompresi maksimal 10:1 Maka hasilnya power akan naik sampai 18,41 ps seperti dibawah ini. Kalo di presentasikan, power sudah naik sekitar 15 persen dengan peningkatan VE lho, belum lagi kalo power maksimalnya dinaikan ke RPM yang lebih tinggi, wah makin besar ya... dan ubahan-ubahan ini lah yang dilakukan di balap motor sehingga mereka lebih ngacir dari motor produksi masal.



Kesimpulanya, walaupun Rasio Kompresi besar, sebaiknya tetap kembali dan jangan malas baca buku panduan untuk tahu spesifikasi bahan bakar minimal yang dibutuhkan. Sedikit lebih tinggi boleh, lebih rendah jangan. Terlalu tinggi ya jangan juga, tapi kalo mesin sekarang terutama yang CR di brosurnya tinggi saya yakin sudah bisa pakai oktan umum paling tinggi (98), enggak kaya kendaraan dulu yang mungkin CR-nya enggak sampai 9 :D

Perhitungan ini akan lebih bener kalo semuanya dihitung, tapi karena peralatanya enggak ada dan saya males ngitungnya, jadi di prediksi aja. Mudah-mudahan hasilnya enggak jauh berbeda dari kenyataanya.

Cuplikan buku manual Sonic 150, spek komponen sengaja ditunjukan, siapa tau ada yang mau ngecek di buku manualnya

Jadi, kompresi besar RON 88? Bisa aja sih...

Jangan lupa follow blog ini dan twitter @awp-agni ya :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kunjungi Postingan Lainya