Memilih Prosesor: Untuk Desktop atau Laptop

Baik merakit desktop atau milih laptop, yang dibingungin pertama pasti milih prosesor. Tapi khusus untuk laptop, kebanyakan orang bukan bingung milih prosesornya sih, tapi merk-nya. Pertanyaan yang sering saya hadapi itu: "Gung, Gung, klo *nama_merk* bagus ga?" Dan saya pasti bingung donk, maksudnya apa sih tiba-tiba nanya kaya gitu tanpa cerita-cerita dulu mau dipake buat apa laptopnya, budget berapa, seberapa besar, seberapa perlu mobilitasnya, dll dst dsb.

Prosesor intel jaman dulu dengan bentuk PGA

Jadi, di luar merk desktop ataupun laptopnya, setiap desktop atau laptop itu yang penting selain dimensi dan berat itu isinya. Kalau sudah menentukan budget misalnya ada 10 model yang pas, terus dinilai berat dan dimensinya, ternyata tersisa 5 model. Kemudian dipilih lagi bobotnya sisa 4 model, nah, terus dari 4 model ini prosesornya bagusan yang mana ya? Mudah-mudahan artikel ini bisa menjawab.

Frekuensi vs Inti vs Generasi

Kalo pemasaran pasti suka banget deh sama yang namanya angka. Misalnya klo kendaraan yang hp-nya paling besar, atau cc-nya lebih besar (walau cuma 5 misalnya). Nah, di prosesor, ada beberapa angka yang perlu diperhatikan.

  1. Frekuensi. Masih ingat sama pentium series? Waktu lahir pentium diberkahi dengan frekuensi atau clock rate 60 MHz dan terus berkembang. Kebetulan dulu saya punya setara pentium III waktu itu dengan clock rate 667 MHz (Itu komputer casingnya kemana ya?). Kemudian terus berkembang sampai Pentium IV, Pentium D dan Pentium Dual Core.
    Apa sih clock rate? Clock Rate adalah banyaknya instruksi yang bisa diproses prosesor dalam 1 detik. Nah, apakah dengan semakin cepat artinya semakin bagus? Iya, tapi hanya jika dibandingkan dengan prosesor dengan generasi atau bahkan jenis yang sama. Artinya kalo dari generasi yang berbeda ya beda juga performa-nya.
  2. Inti atau Core. Dalam satu prosesor itu bisa saja terdiri dari dua, tiga, atau empat, atau bahkan 16 inti atau core. Artinya dalam satu fisik prosesor terdapat lebih dari satu inti, ada beberapa prosesor yang dapat digunakan dalam satu fisik prosesor. Keunggulanya, prosesor dapat mengoptimalkan kecepatanya dalam memproses lebih banyak instruksi, yang hasil akhirnya adalah lebih banyak program yang bisa dikerjakan tanpa mengorbankan kecepatan prosesnya.
    Apakah prosesor akan lebih cepat mengerjakan satu pekerjaan ketika dikerjakan bareng-bareng (banyak inti/core)? Jawabanya enggak. Tergantung dengan perangkat lunak yang dikerjakan, apakah beban dari perangkat lunaknya dapat dibagi pada beberapa core atau enggak. Kalo enggak, core yang lain ya diem aja :D
  3. Generasi/Instruction Set. Sebetulnya sih enggak ada hubunganya antara generasi dan instruction set, tapi biasanya generasi terbaru dari sebuah prosesor dapat mengolah instruksi yang lebih panjang dalam satu clock cycle dari generasi sebelumnya. (Mohon koreksi kalo ada yang lebih ngerti ini)

Performa vs Harga vs Ketersediaan

Gampang donk, pilih yang paling baru, paling tinggi clock speednya, paling banyak core nya? Enggak gitu juga sih, kecuali sultan mah bebas. Agak susah menentukan performa sebuah prosesor, karena dipengaruhi banyak hal, tapi paling enggak kita bisa tahu potensi dari sebuah prosesor ini lewat score benchmark-nya.

Performa tinggi, harga murah, tapi belum tersedia di pasaran, terus elo mau apa? Ya tetep enggak bisa beli kan? Paling enggak harus nunggu dulu donk. Dan kalo baru keluar biasanya harganya akan ada diatas harga yang disarankan produsen-nya. Jadi amburadul lagi tuh perbandingan antara performa harga dan ketersediaan prosesor yang dipengenin.

Waktu ngerakit PC kemaren, sempet tuh cari-cari tahu, gimana kalo upgrade sebagian atau sebagian besar. Sebagian ini, berarti beli prosesor yang LGA 1155 (karena bawaan casing CPU itu LGA 1155 dengan Chipset H61). Hasil pencarian sih mendapatkan hasil Core i5 seri 2xxx yang performanya mirip dengan AMD Athlon 200ge (sekitar 4000-5000 scorenya menggunakan passmark). Kekuranganya intel itu, kartu grafis yang dibenamkan di prosesornya sangat lemah, jadi harus beli kartu grafis. Sementara kalo beli Athlon 200GE, walau harus ganti motherboard dan ram (kalo enggak ganti motherboard pun harus ganti ram, karena ram yang lama cuma 2GB), Lebih terjangkau dengan performa kartu grafis bawaan dibanding harus beli kartu grafis tambahan yang performanya setara dengan bawaan athlon 200GE (Vega 3).


Kalo dilihat-lihat dari performa vs harga dan ketersediaan, 200GE ini semacam pentium-G killer ya, performanya nyerempet2 pentium G performa dan harga-nya.

Untuk pembeli laptop, masalah harga sih sudah jadi satu dengan laptopnya ya, tapi dengan begini jadi tahu kan, klo generasi prosesornya lebih jadul, kecepatan clocknya lebih lambat, tapi harganya lebih tinggi, ya baiknya ganti produk lain atau cari di toko lain produk yang sama :D

Nah perlu juga tau nih nomor-nomor yang ada di prosesor, yang mana menandakan generasinya, yang mana menandakan tingkat performanya, kode-kode hurufnya, tapi itu untuk di artikel lain ya.

Untuk yang mau rakit PC, kalo prosesor sudah ditentukan, baru kita masuk ke perangkat selanjutnya, Motherboard, tapi untuk artikel lain juga, ya... :P

Komentar

Postingan Populer