Memilih Motherboard: yang perlu diperhatikan

Kita lanjut lagi ya berbagi pengalaman merakit komputer kemarin. Sekarang giliran memilih motherboard atau bahasa gaolnya Mobo. Gimana cara milihnya? Gampang, pilih prosesornya dulu. Lah, gimana? Katanya milih Mobo, tapi pilih prosesornya dulu? Ya, karena setiap prosesor punya dudukan yang berbeda, ibaratnya colokanya satu sama lain beda. Bahkan satu prosesor yang sama-pun punya beberapa jenis chipset yang berbeda. Bingung? Makanya tak coba jabarin di sini.

Mobo Aorus AMD socket X470

Pilih Prosesornya...

Intel saat ini pake socket yang namanya LGA atau Land Grid Array, yang punya karakteristik mother pin atau 'duri-duri'-nya ada di bagian motherboard. Jadi di bagian prosesornya enggak ada colokan atau duri-duri menonjol, tapi cuma kotak-kotak yang nantinya akan di sentuh sama duri-duri dari motherboard itu. Buat prosesor intel, penamaanya gampang, nama socketnya ditambah jumlah sambunganya. LGA 1151 artinya socket LGA dengan 1151 pin (tapi belum pernah ngitungin sih, ini juga kata wikipedia). Nah, LGA 1151 ini bisa dipake buat apa aja? Prosesor intel genersi ke 7, 8 dan 9 dari prosesor intel core dan beberapa prosesor intel lain (datanya ada di situs intel).

Motherboard Intel brand ASrock dengan socket Z390

Gimana dengan AMD? AMD pake socket yang namanya Pin Grid Array (PGA) yang berkebalikan sama LGA. PGA pin-nya di prosesornya, sementara motherboardnya lubang-lubang untuk masukin pin-nya. Terus keuntunganya pake PGA dan LGA apa? Itu di artikel lain ya :D Untuk AMD penamaan socketnya suka-suka AMD, untuk yang paling baru dia namain socket AM4 yang dapat mensupport CPU seri Ryzen dari generasi pertama dan kedua. Sementara untuk Ryzen Threadripper pake socket TR4.

Jadi, Kalo pake AMD pake socket AM4 atau AM3 atau yang lainya. Sementara kalo pake Intel pake LGA 1151, 1150, atau 2066. Apa sudah selesai setelah pilih prosesor langsung bisa pilih mobo paling murah?

Tidak secepat itu Ferguso...

Pilih Chipsetnya...

Berikutnya pilih chipsetnya. Baik AMD atau Intel punya chipset yang berbeda-beda dan punya spek yang juga beda. Misalnya... Kita bahas intel dulu ya... Chipset dewa (halah) intel saat ini kalo enggak salah Z390. Nah, dari sini bisa dilihat tuh spek yang tertera di situs ark.intel.com berapa maksimal PCI express yang bisa dipasang di chipset ini, berapa kecepatan transfernya, dan macem-macem lainya.

Enggak beda sama AMD, ada beberapa chipset yang bisa dipilih untuk beberapa prosesor. Misalnya untuk socket AM4 ada chipset A320 yang paling umum dan kayaknya paling minim, sementara untuk yang paling setrong itu chipset X470. Speknya, monggo dilihat di lineup produk AMD di amd.com spesifikasi lengkap ada di sana dari support store mi, NVME, dan lain-lain.

Harga motherboard akan sangat dipengaruhi dengan chipset yang di emban. Selisih harga motherboard antara yang satu sama yang lain akan sangat berbeda, dari 750 ribu hingga 8 juta. Tentukan socket terbaik, baru deh kita bisa lanjut ke pemilihan fitur, harga dan merk.

Fitur tambahan, merk dan harga

Fitur tambahan ini ada banyak, dan beda-beda setiap brand atau merk, jadi akan sangat mempengaruhi harga. Misalnya aja ada beberapa motherboard yang sudah dilengkapi dengan wifi adapter, jadi user enggak perlu beli tambahan kartu wifi adapter. Atau jumlah RAM yang bisa dibenamkan akan beda-beda juga. Kalo di spek misalnya memungkinkan menggunakan 4 slot, bisa aja di motherboard untuk menurunkan harga atau memang pricing-nya untuk entry level banget jadi disediain cuma 2 slot. Atau mungkin form factor-nya tidak memungkinkan ada tambahan (misalnya micro ATX) slot kosong. Kalo di high-end mobo, biasanya ada yang heat sync mobonya liquid ready, jadi ada lubang yang disiapin untuk pendingin cairan.

Mobo ASRock dengan wifi (udah dipasangin antenanya)

Biasanya setiap brand atau merk mobo punya jumlah port di belakang CPU beda-beda. Beberapa mobo masih menyediakan port PS/2 sementara yang lain hanya USB saja. Ada yang menyediakan satu port PS/2 ada yang dua port, ada juga yang masih menyediakan port DVI (VGA) ada juga yang sudah full digital dengan HDMI tanpa menyediakan port DVI.

Seberapa berpengaruh port-port ini ke harga? Ya saya enggak tau juga sih, tapi sesuaiin juga sama budget, ini yang utama. Soalnya klo budget mobo kegedean ga sanggup beli prosesor kan repot juga. Atau tadinya mau beli VGA tapi enggak cukup gara-gara mobo kan repot juga ya :D

Kesimpulan

Jadi, kalo menurut saya sih mobo ini yang kedua dipilih setelah prosesor, tapi yang terakhir dibeli. Sebelum beli yang lain, tentunya harus nentuin range harga mobo termurah-nya dulu, mana yang paling murah yang spesifikasinya cukup. Kalo misal setelah semua spek selesai masih ada uang, ya bisa alokasiin lebih ke mobo-nya.

Kalo mau konsul monggo tinggalin jejak di bawah atau kirim email ke gmail saya di agung.windy(at)gmail.com atau kalo misalnya minat buat pesen satu set komputer lengkap, saya juga ada temen yang terpercaya yang bisa mencarikn perangkatnya. (70-30 ya mas Emot wkwkwk) 

 Jangan lupa dilanggan (subscribe) blog ini, ya. :)

Komentar

Postingan Populer