Senin, 15 Oktober 2018

Tentang DOTA 2, eSport yang bermanfaat

Diawali dengan curcol, bahwa akhirnya setelah bertahun-tahun menolak DOTA dari TI1-TI8, akhirnya main juga dan baru 2 bulan main. Alasanya, ada alasan khusus yang cuma Istri yang tau 😋tapi setelah main kok malah mendapat semacam pelajaran dari bermain game ini ya, lebih tepatnya semua game jenis Multiplayer Online Battle Arena (MOBA).

Tentang DOTA

MOBA

Sedikit saya informasikan tentang sejarah DOTA (Defense of the Ancients) dan MOBA. MOBA katanya wikipedia sih salah satu sub-genre dari RTS (Real Time Strategy). Gim (ternyata di kbbi permainan disebut juga gim) jenis RTS ditandai dengan menggerakan karakter menggunakan tetikus (mouse dalam bahasa Indonesia disebut tetikus ya), mungkin perlu pembahasan lebih komprehensif lagi tentang game RTS ini. Dalam permainan RTS biasanya pemain menggerakan unit dalam skala tertentu (bisa puluhan atau ratusan unit), membangun markas, melatih unit kemudian berperang dengan pemain lain atau komputer.

Dalam game MOBA atau juga disebut ARTS (Action Real-Time Strategy), pemain hanya mengendalikan satu unit. Unit ini akan mendapatkan experience point dan terus naik level. Semakin tinggi level semakin tinggi dan banyak skill yang dapat digunakan unit yang dikendalikan tersebut. Dalam gim jenis ini, pemain akan mendukung creep (unit yang dikendalikan komputer dengan kecerdasan terbatas) yang akan berjalan di tiga jalan utama yang pada jalan utama itu akan ada menara pertahanan yang akan menembak musuh yang ada dalam jangkauan tembak menara. Creep ini akan bergerak dari markas pemain dan markas musuh bersamaan dan bertemu di tengah-tengah, seperti yang diperlihatkan dalam map di bawah ini.

Map Dota 2 sumber: di www.researchgate.net

Pemain akan mulai permainan dari ujung kanan atas dan kiri bawah dan akan bertanding untuk saling mengalahkan. Pemain dari gim jenis ini biasanya berjumlah 10 orang, lima di pihak yang hijau dan lima di pihak merah. Pertempuran akan berlangsung di seluruh tempat (bukan cuma di tengah saja). Dan Gim yang pertama kali memiliki map atau mod jenis ini adalah Starcraft dengan map/mod Aeon of Strife. Sementara Defese of the Ancients merupakan map/mod dari Warcraft III.

DOTA 2

DOTA 2 sendiri sebetulnya diambil dari permainan lain, yaitu Warcraft III. Waktu itu ada komunitas yang mengembangkan map DOTA untuk Warcraft III itu, dan bum! Jadi populer. Tahun 2009, lead designer DOTA dipekerjakan Valve untuk mengembangkan DOTA 2, membuat ulang source game engine-nya. Kemudian, tentu lahirlah DOTA 2, diawali dengan pertandingan pertamanya The International 1 tahun 2011 dengan hadiah total 1,6 juta dollar, atau setara dengan 24,34 Milyar rupiah dalam kurs saat ini. Tim juara satu mendapatkan 1 juta dollar atau setara dengan 15,21 Milyar rupiah dengan nilai tukar saat ini. Walau dikritik karena karena kurva pembelajaranya terlalu curam (susah mencapai tingkat kemahiran yang tinggi), tapi tetap disebut sebagai game terbaik tahun 2013 dan mendapat banyak pujian.

Sumber: kompas.com

Manfaatnya?

Walaupun dibilang manfaat, tetep aja sih, perlu ada batas minimal memainkan gim ini, jadi orang tua harus tetap mengawasi pada usia tertentu. Saya enggak bisa menilai sih, tapi kalo permainan online memang sulit dirating, tapi harusnya tetap bisa di rating bermain dengan bot. Interaksi dengan bot harusnya bisa dinilai kemudian diberi rating, umur berapa minimal gim ini bisa dimainkan.

Untuk saya, mungkin baru lega mengenalkan Gim ini ke anak di usia sekitar 13 atau 15 tahun atau sekitar itu lah, tentunya tetap dengan pengawasan. Selain kurva belajar yang curam, bahasa yang digunakan di gim juga perlu dijelaskan ke anak (bahwa itu bahasa yang tidak baik atau semacamnya). Oh iya, orang tua yang ga mau repot sih, dilarang aja... dan kalo enggak mau repot baiknya dulu mikir pas mau punya anak tuh, jangan mau liat lucu-lucu-nya aja... (kok ngegas 😂)

Bermain dalam tim

Komunikasi verbal (kemampuan berkomunikasi dengan baik di tempat umum) bukan sesuatu yang wajib, tapi kemampuan menempatkan diri/posisi dalam sebuah tim dan memahami pemain lain dalam keadaan tertentu adalah skill yang wajib dimiliki dalam gim ini. Seperti kebanyakan olahraga dengan tim/kelompok, pemain dalam gim ini juga memiliki posisi masing-masing. Ada 5 posisi dari Carry hingga support, dan mereka semua punya peran masing-masing dalam memenangkan gim.

Pada permainan online, tidak jarang satu tim dengan orang yang tidak dikenal, tentunya disiplin dengan posisinya sebagai apa dalam game ini adalah kuncinya. Tapi ada kalanya pemain melakukan rotasi dari lane bawah ke atas, ke tengah atau sebaliknya untuk memukul hero/unit lawan mundur atau bahkan bisa mengalahkan hero-nya.

Saat terdesak ada juga kalanya kita harus memperhitungkan apa yang harus kita lakukan, kalau memang sudah tidak bisa bertahan, kira-kira apa yang terbaik yang bisa dilakukan untuk kebaikan tim. Ada saatnya sih lihat ada hero yang berkorban demi menyelamatkan hero satu tim-nya, atau bahkan ada juga yang salah perhitungan menyebabkan kelima hero dalam satu tim habis dikalahkan lawan.
Antar muka DOTA 2. Gambar di markas dengan seluruh hero masih berkumpul.
Pemain mengendalikan salah satu hero/unit empat lainya dimainkan empat rekan tim.
sumber: store.steampowered.com

Bermain sendirian, mencari lobi gim yang kosong tidak apa-apa, tapi ada baiknya tetap bermain dengan teman-teman yang sudah kenal, selain meningkatkan koordinasi, juga meningkatkan kebersamaan.

Sabar dan perhitungan

Lihat lawan levelnya lebih kecil, armor kecil, berani maju ke depan buat pemain pasti bawaanya pengen maju. Tapi tunggu dulu, kadang dibelakang keberanian lawan ada tim-nya di belakang yang belum kelihatan karena terbatasnya bidang pandang. Jadi, walau level diatas, kekuatan serangan diatas, atau bahkan jika pelindung (armor) lebih besar, tetep bisa di kalahin kok.

5 lawan 5 di satu wilayah sekalipun sangat dipengaruhi perhitungan dan kesabaran. Seluruh serangan harus diserang ke yang mana lebih dahulu, mengingat setelah serangan perlu pendinginan sebelum bisa menggunakan skill yang sama (cooldown). Skill apa saja yang digunakan, perlengkapan apa saja yang dipakai, semuanya perlu perhitungan yang pas. Ada banya ksekali perlengkapan yang meningkatkan daya gempur atau pertahanan, tapi menyeimbangkan penggunaan perlengkapan itu juga penting, mengingat hero-nya cuma bisa menampung 6 perlengkapan dan 3 perlengkapan cadangan yang hanya bisa dibawa, tapi tidak bisa digunakan.

Perang di line kiri atas. Sumber: store.steampowered.com

Intinya kalo lagi main ini, ada kalanya perasaan "Bisa nih, berani banget ni orang maju, padahal level baru segitu" dan tiba-tiba temen-temenya muncul dari depan dan belakang. Karena itu, perlu banget buat terus lihat minimap (yang gambar kiri bawah) sambil memperhatikan hero yang kita mainkan lagi apa.

Oh iya, perhitungan ini bukan pada saat main aja lho, pada saat memilih hero juga. Karena satu hero menyeimbangkan hero yang lain, jadi harus pinter-pinter milih dan tahu skill setiap hero. Kadang ada beberapa pemain profesional yang lebih suka main hero tertentu juga.

Hero/unit yang bisa digunakan dalam gim DOTA 2
sumber: store.steampowered.com

Pada waktu mulai permainan ada sesi pemblokiran 5 hero dari pihak lawan 5 hero dari pihak kita dan pemilihan 5 hero pihak lawan dan 5 hero pihak kita. Dan ada 113 (kalo enggak salah) hero yang bisa dipilih.

Ekonomi

Sama seperti olahraga lain, kalo mau bermain profesional ya tentunya akan ada manfaat ekonomi-nya donk. Untuk gaji pemain, saya enggak tahu berapa, karena sampai sekarang belum pernah nemu nilai kontrak dari pemain. Tapi katanya sih kalo di Indonesia ada yang gajinya se-UMR. Tapi di luar, tentu aja gede-gede, soalny ada yang pendapatan dari DOTA 2-nya sampai 1juta dollar.

Untuk The Internationa 8 (Pertandingan terbesar DOTA 2) sekitar 25 juta dollar, dengan tim yang juara pertama dapet 11 juta dollar atau setara 167 miliar, sementara tim yang juara ke 17-18 hadiahnya 63 ribu dolar lebih (hampir 64) atau setara dengan 958 juta rupiah. Sisanya tersebar dari juara 2-16 dengan juara 2 paling besar, mengecil terus sampai yang ke 16.

Indonesia

Di Indonesia? Belum, belum ada yang bisa masuk kualifikasi The International. Kalo enggak salah adau satu tim Malaysia yang ada pemain Indonesia-nya yang hampir terqualifikasi masuk The International, tapi gagal di qualifikasi terakhir.

Kemeriahan The International. Sumber: esportinsider.com

Untuk pertandingan Minor saja di Indonesia kalo enggak salah baru ada satu kali, waktu itu diselenggarakan di BSD (kalo enggak salah).

Solusi konsumsi BBM berlebih, ya go electric (angkot go electric)

Ngresik i sawang...

Ceritanya setelah denger lagi berita BBM naik, terus kepikiran "BBM naik, rame, terus orang-orang rame-rame turun oktan (beli yang lebih rendah) atau muncul jualan alat penghemat BBM yang setelah di uji cuma dikit banget ngiritnya, enggak sampe 10%". Nah berlandaskan pemikiran tersebut, akhirnya pikiran ini mikir kemana-mana, dan menyimpulkan, kalo harga BBM mau turun, ya konsumsi BBM harus diturunkan biar produksi BBM kita sebanding sama konsumsi, jadi kita enggak perlu pake harga luar negeri klo produksi dalam negeri cukup untuk konsumsi dalam negeri. Gimana caranya? Ya go green salah satunya, dengan mengefisiensi energi yang digunakan, salah satunya migrasi dari mesin BBM ke mesin listrik untuk kendaraan bermotor.

Mungkin ada yang bilang kalo go electric mah cuma mindahin konsumsi BBM dari kendaraan umum ke pembangkit listrik, tapi kan pembangkitan listrik bisa dari energi terbarukan macam angin, air terjun, panas bumi, atau matahari. Nah, bebanya kemudian dari PLN atau penghasil energi listrik lain agar bisa menghasilkan energi listrik selain dari bahan bakar minyak ataupun yang berbasis karbon lainya.

Pertanyaan yang muncul di kepala pertama adalah, apa yang bisa dikendalikan negara selain mengurangi penggunaan BBM, juga memberikan manfaat bagi penggunanya yang beralih ke energi listrik? Singkatnya disimpulkan kalau penggantian angkot berbahan bakar karbon ke listrik akan meningkatkan ekonomi pengemudi sekaligus mengurangi konsumsi karbon. Makanya angkot lah yang jadi sasaran pertama kalau memang pemerintah benar-benar mau mendorong pertumbuhan kendaraan listrik.

Manfaat Bagi Pengemudi Angkot?

Hemat Biaya Perjalanan

Manfaat yang pertama adalah biaya bahan bakar lebih rendah dibanding kendaraan dengan BBM. Untuk membuktikan mari kita hitung dengan berandai-andai dengan data kendaraan listrik yang sudah ada. Untuk patokan, akan dipakai Nissan Leaf dengan menambahkan beban efisiensi, jadi kita akan menghitung lebih boros dari konsumsi energi Nissan Leaf.

Nissan Leaf dengan harga di eropa sekitar 30 ribu euro, atau sekitar 350jt-an rupiah (OTR Eropa). Nah klo misal pajak dan biaya antar dimasukin ke harga, mungkin kali ya 400jt-an :D

Daya simpan energi baterai Nissan Leaf adalah sekitar 24kWh, dan menurut pengujian baterai ini dapat digunakan untuk menempuh jarak 135 km. Artinya energi 1 kwh dapat digunakan untuk menempuh jarak 5,625 km. Nah, 1 liter bensin itu berisi energi sekitar 9 kwh (lupa tepatnya). Artinya kalao dikonversi ke km/l Nissan leaf ini efisiensinya ada di 50,625 km/l WOW, ternyata irit (baru ngitung sambil nulis).

Tapi masalahnya kan harga listrik enggak sebanding sama energi yang tersimpan. Dari sisi efisiensi energi, tentu lebih efisiensi, gimana dengan biaya? Waktu tulisan ini dibuat, PLN terakhir kali melakukan tariff adjustment itu untuk bulan April-Juni 2018 yaitu Rp. 1.467,28 per kWh untuk golongan rumah tangga (sama semua dari 1.300 sampai 200.000 watt) tapi paling tinggi tarif khusus sebesar Rp. 1.644,52/kWh. Kita ambil harga paling mahalnya ya di Rp. 1.644,52.

Efisiensi Nissan Leaf di atas itu berdasarkan uji menggunakan metode tertentu, di lapangan bisa aja lebih boros, makanya kita pake angka yang lebih rendah efisiensinya di 40 km/l, ya atau setara dengan 4,4 km/kWh. Sementara untuk angkot dengan BBM kita hitung saja 15 km/l ya, ini sudah sangat hemat sekali dan sepertinya dengan stop n go dan ngetem enggak mungkin dapet 15 km/l. Nah, sekarang kita hitung biaya untuk menempuh 100 km dengan asumsi 1 kali jalan angkot akan menempuh 25 km, bolak-balik jadi 50, artinya ada 2 kali bolak balik.

Untuk menempuh 100 km dengan 15km/l membutuhkan 6,7 liter BBM, atau setera dengan biaya 6,7x6550 (ga tau jadi 7ribu atau tetepa segini sih), jadi Rp. 43.885. Sementara untuk angkot listrik membutuhkan 22,7 kwh atau setara dengan Rp. 37.330,6. Sedikit lebih hemat, tapi kan premium jarang, kalo kita hitung pake pertalite angkatnya tentu berubah donk jadi Rp. 52.260,-

Angkanya bukan cuma selisih segitu lho, itu karena dihitung 15 km/l, padahal kalo angkot itu ngetem-nya lama banget dan jalan pun pasti stop and go buat naik turun penumpang. Dan stop and go sama ngetem ini, mesin listrik jauh lebih superior iritnya.


Hemat Biaya Perawatan

Mesin listrik enggak perlu perawatan, paling banter air radiator sama air wiper aja yang harus di cek, sama kampas dan kaki-kaki. Enggak perlu servis mesin, yang penting baterai jangan sampai kosong, itu aja. Part yang bergerak dari mesin listrik yang jauh lebih sedikit memungkinkan mesin listrik ini nyaris maintenance free. Kalaupun ada ya enggak butuh waktu lama dan part yang diganti atau yang diperiksa jauh lebih sedikit. Kerusakan pun lebih mudah dilacak menggunakan perangkat lunak jika dibandingkan dengan mesin BBM. Tidak perlu ganti oli mesin, tidak perlu setel klep, apa lagi memperhatikan timing belt, karena semuanya itu enggak ada di mesin listrik.

Dengan torsi melimpah sejak 1 RPM, memungkinkan mesin tidak menggunakan gear atau transmisi sebanyak mesin BBM. Artinya perawatan transmisi tidak besar dan lama dibanding dengan mesin BBM.

Bagaimana Mulainya?

Bikin Angkotnya

Ya iyalah, bikin dulu, kalo enggak bikin kan enggak bisa jalan juga rencananya. Kira-kirar berapa harganya ya? Untuk angkot dengan mesin bakar internal sekitar 80-120jt per unit. Nah, klo bikin mobil listrik dengan biaya segitu kira-kira dapet spek gimana ya?

Angkot Listrik katanya dikembangkan ITB. link: Tempo.co

Tesla powerwall dengan 13 kwh daya baterai berharga $ 6.000 atau setara dengan Rp. 91.128.000,- Kalau kita hitung per kwh, berarti 1 kwh baterai senilai dengan Rp. 7.010.000,- Kalau ingin menggunakan baterai 10 kwh, berarti perlu 70 juta-an untuk baterai dan preangkat pengendalinya, belum termasuk mesin listriknya.

Motor listrik yang diperlukan kira-kira sekitar 25 kw atau sekitar 35 hp. Kenapa hanya 35 hp? Karena memang tidak perlu tinggi-tinggi. Biasanya kan angkot paling meraung cuma sampe 3000 RPM, artinya tidak seluruh power mesin digunakan, tapi kebanyakan mengkonversi torsi pada RPM yang lebih tinggi untuk berakselerasi. Nah, karena mesin listrik torsinya sudah besar sejak awal, tentunya enggak perlu donk tenaga sebesar itu. Torsi yang diperlukan sekitar 100-an, jadi cukup lah kalo pakai mesin listrik segini. Harga mesin ini kira-kira 15jt an.

Nah, tinggal sasis deh, kira-kira berapa ya? Mungkin bisa lah kalo harganya sekitar 120jt-an. Dengan spesifikasi di atas, diharapkan jarak tempuhnya sekitar 40-50 km, yang artinya setiap satu kali perjalanan, pengemudi angkot harus mengisi daya lagi. Dan tentunya ga masalah donk klo isi daya-nya sambil ngetem. Ini setara 5kwh per 1 kali perjalanan, atau sekitar Rp. 8.222,- setiap 1 kali perjalanan. Wah, kalo satu perjalanan ada dua penumpang aja udah balik modal donk :D

Infrastruktur di bikin

Nah, pemerintah harus nentuin nih, di Indonesia harus pake charger dengan steker dan stopkontak apa. CHAdeMO, SAE J1772 (CCS), atau yang lainya, jadi paling enggak yang mau bikin mobil listrik ini udah nyiapin stopkontak di mobilnya mau kaya apa.

Stopkontak CHAdeMO kiri dan SAE J1772 kanan pada kendaraan Nissan Leaf


Enggak usah repot-repot nentuin tempat pengisian daya, kalo misal salah satu trayek mau di elektrifikasi, ya tinggal di tempat ngetemnya aja dikasih charger. Enggak usah gede-gede juga, kan kapasitas baterai mobilnya kecil, ya charger-nya yang 25 kw (atau bisa juga lebih kecil), jadi dengan teknologi terkini baterai bisa diisi dengan 15 menit dari 0 sampai 80% dan 45 sampai 100%.

Tempat pengisian CHAdeMO di SPBU Shell di Jerman. Sumber: autoblog.com

Kalo proyek ini dimulai, lama-lama juga kan banyak charger-nya makin gampang juga pemilik kendaraan pribadi dengan mesin listrik ikutan ngecharge di sini, kan.

Masalah perawatan infrastruktur, gampang, serahin aja ke swasta. Jadi pemerintah membangunkan, operatornya swasta, jadi swasta enggak perlu bikin, pemerintah yang bikin, tapi mereka yang merawat dan ngasih tarif. Jadi mereka untung, terus sambil nyicil balikin ke pemerintah itu (jadi jatohnya pinjaman ya :D)

Dengan makin banyak angkot pake listrik, makin banyak juga infrastrukturnya. Banyak infrastruktur makin banyak yang pengen pake mobil listrik. Makin banyak yang pake, tinggal tingkatin generator dengan energi terbarukan, go green lah kita.

Oh iya, ini juga bisa ngurangin kemacetan, gimana kalo jakarta ada zero carbon hour, kendaraan yang boleh lewat cuma yang ga ngeluarin karbon. Pasti lancar.

Kalo udah gini, motor-motor juga bisa mulai migrasi dari bensin ke listrik, kalo udah banyak fast charging station-nya. Untuk motor, misal pake CHAdeMO, bisa isi 30 menit 80% kok. Bisa ditinggal ngopi dulu :D

Minggu, 12 Agustus 2018

Klaim Garansi Suspensi PCX, Suspensi Baru Terpasang! (Part 3)

Setelah menunggu cukup lama, dijanjikan 14 hari kerja, tapi akhirnya hanya dalam 6 hari kerja part pengganti suspensi yang bisa di klaim itu datang di AHASS Sentra Armada Motor. Lebih cepat dari yang seharusnya, entah karena saya dua kali hubungin AHM lewat Astra Honda Care baik di Twitter dan Facebook, atau memang karena lebih cepat aja enggak tahu deh. Berikut saya ceritakan sedikit banyak dari Episode terakhir klaim suspensi PCX.

Untuk yang belum baca episode sebelumnya, silahkan baca di:
1. Klaim Garansi PCX, Kira-kira bisa ga ya?
2. Klaim Garansi PCX, Tinggal tunggu 14 Hari kerja

Part pengganti suspensi yang tergores koil

Waktu menunggu part, tentu ada pikiran, mungkin enggak bisa diganti dan dibatalin. Tapi ternyata setelah di telepon sama AHASS Sentra Armada Motor (SAM) saya jadi sedikit lebih lega. Kenapa sedikit, karena permasalahanya bisa aja menimpa suspensi baru ini. Toh saya enggak tahu dimana sebetulnya masalahnya, tapi yang pasti cover as suspensinya tergores koil/spring suspensi. Sebagai konsumen sih, saya maunya ya dibenerin aja, gimanapun caranya. Kalo harus ganti ya ganti, kalo bisa diperbaiki ya diperbaiki, yang jelas diperbaiki. Kalo dari saya pribadi sih, saya lebih percaya kalo ini memang murni desain suspensi yang bermasalah, entah memang semuanya bermasalah, atau hanya produksi bulan tertentu saja yang memang bermasalah.

Oke, saya lanjutkan cerita kronologinya, hari senin minggu lalu, tanggal 6 Agustus setelah menunggu satu minggu atau sekitar 6 hari kerja, akhirnya dihubungi pihak SAM. Tapi yang menghubungi duluan malah pihak Honda Daya Adicipta Motora sebagai main dealer jawa barat. Ditanya apakahsudah dihubungi SAM atau belum, tapi karena belum ya saya jawab belum. Selang beberapa menit (mungkin sekitar satu jam) baru pihak SAM menghubungi. Apa karena diingatkan buat hubungi saya, baru mereka menghubungi ya? Ya, sudahlah dibiarkan saja menjadi misteri. Akhirnya saya membuat janji untuk melakukan pemasangan hari Sabtu pagi sekitar pukul 9, seperti janjian sebelumnya waktu pemeriksaan klaim juga saya jam 9 ke AHASS SAM.

Selang beberapa hari, sehari sebelum saya ke-bengkel, ada telepon lagi masuk, nomor telepon Bandung. Saya pikir ini dari Daya Adicipta Motora lagi nih, mau menanyakan lagi, apakah sudah dihubungi lagi atau belum. Ya, betul dari Daya Adicipta Motora, tapi ternyata kali ini ada perwakilan dari sana yang sekalian ingin berkunjung. Wah, bisa sampai seperti itu ya, jauh-jauh dari bandung ke Jakarta buat ketemu saya, Rasa-rasanya kok Daya Adicipta Motora ini sangat memanjakan konsumen AHM ya, jadi senang. Sayangnya kalau pukul 9 mereka masih ada acara di Karawanga (kalo enggak salah inget), makanya minta diundur waktu pemasangan suspensi saya jadi jam 1 atau jam 2. Ya, karena sudah jauh-jauh nyempetin dateng, ya saya oke-in aja lah.

Hari Sabtu-nya saya datang jam 2, ya... karena perjalanan jauh, mereka biar istirahat dulu lah, dari Bandung-Karawang-Jakarta kan jauh ya, jadi saya kasih waktu setengah jam istirahat. Sayangnya, waktu saya sampe mereka belum dateng.

Di AHASS SAM saya ketemu lagi sama Pak Sarbini yang kemarin memeriksa klaim suspensi saya. Bapak Ramah ini menjelaskan kalo suspensinya sudah datang, tapi yang dari Daya Adicipta Motora belum datang, masih dalam perjalanan dan nyasar ke Margonda (atau manalah), jadi sambil nunggu ada pit kosong (pantesan penuh, pelayananya luar biasa enak ini), saya masuk ke ruang tunggunya yang berpenyejuk ruangan.

Saya pikir yang dari Daya Adicipta Motora bisa sampai setelah motor selesai, tapi ternyata belum ada tanda-tanda, jadi saya tambah lah pekerjaanya. Sekalian minta tolong bersihin CVT (tertulis di ruang tunggu kalo bersihin CVT 25 ribu). Setelah bersihin CVT pun ternyata belum dateng, untung ada adik sepupu yang nemenin, jadi enggak kerasa nunggunya.

Muncul lah 2 orang Satunya dari divisi teknik namanya pak Sukarna dan dari Costumer Care... Saya lupa. Maaf ya mas, harusnya saya rekam kemarin, hehehe.

Pak Sukarna banyak njelasin tentang suspensi ini, pernyataan dari pihak Honda dan Daya Adicipta Motora sama ternyata, suspensi bengkok itu hanya Visual, selama performa tidak berubah ya tidak masalah. Tapiii.... ada tapinya nih. Suspensi saya ini dari sisi Visual memang seperti itu, tapi seharusnya koil tidak menyentuh dan menggerus cover as-nya. Kalau sampai menggesek Cover, menimbulkan bunyi (seperti punya saya), atau performa suspensi berubah (belakangan saya juga merasa kalo memang ternyata beda performa suspensi yang ini dengan yang kemarin diganti), ini baru masalah.

Menurut pak Sukarna, dari pengamatan visual ada perbedaan antara suspensi dari motor saya dengan yang baru dipasang itu, tapi tentunya pak Sukarna tidak mau berkata banyak, karena suspensi harus dikirim dulu ke laboratorium AHM untuk mengetahui secara detil apa yang berbeda dengan suspensi saya ini. Sebetulnya kedatangan pihak Daya Adicipta Motora ke SAM ini untuk mengambil suspensi saya untuk dikirimkan ke AHM, tapi juga sekalian silaturahmi dengan konsumen Honda (saya) untuk menjelaskan mengenai layanan Honda, termasuk diantaranya Klaim ini.

Setelah ngobrol agak panjang, saya diminta untuk nyoba motor saya dulu nih. Saya tes muter-muter, mencari jalan rusak dan dipakai hingga kecepatan 40km/jam, dan ternyata ada perbedaan di performa suspensi belakang lho. Yang ini peredamanya lebih bagus. Rebound mungkin sama, tapi peredaman ini yang terasa berbeda. Waktu saya coba pakai boncengan dengan istri, komentarnya, ini seperti baru lagi. 'Waktu baru kan kena marka kejut juga enggak kerasa' katanya. Saya juga mikir, iya juga sih, ternyata signifikan ya kalo suspensi bermasalah seperti ini.

Dari Pihak Daya Adicipta Motora dan Sentra Armada Motor sendiri sih bilang, kalo ada masalah lagi, tolong segera beri tahu lagi. Kalau ada masalah dengan motornya lagi segera beri tahu, biar nanti segera di followup, termasuk suspensi penggantinya ini. Awalnya sih saya mau ganti suspensi yang lebih baik, tapi kalau seperti ini, saya jadi pengen tahu sejauh apa AHM akan memperbaiki motor saya kalau dikemudian hari ternyata suspensinya bermasalah lagi.

Untuk mencapai tahap bermasalah ini, saya perlu 8500 km dengan 80% dibawa sendiri (ke kantor+mudik). Nah, kalau nanti di 17000 km bermasalah lagi, kira-kira masih mau terima klaim-nya enggak ya Daya Adicipta Motora dan Astra Honda Motor?

Kepala mekanik SAM turun langsung

Untuk saya pelayanan Sentra Armada Motor dan Daya Adicipta Motora ini dapat bintang 5 dari 5 bintang. Sepupu sendiri sampe bilang, Ternyata pelayanan di Jawa Barat lebih bagus dari di tempat dia. Bukan cuma dalam hal klaim garansi, tapi juga tempat servis-nya dengan ruang tunggu ber penyejuk udara. Mudah-mudahan layananya bisa tetap terjaga dan pelangganya makin banyak yang puas. Nice!

Kamis, 09 Agustus 2018

Telkom-4 Mengorbit, Misi Merah Putih SpaceX, Sukses.



Ada yang tahu kalo tanggal 7 Agustus 2018 lalu, satelit Telkom-4 atau Satelit Merah Putih ini berhasil diluncurkan menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX? Yup, dengan biaya yang 25% lebih murah, yang artinya selisih 50 juta dollar dibanding peluncuran satelit Telkom-3S yang meluncur Februari Tahun lalu. Biaya satelit mungkin sama ya, tapi biaya peluncuran ini disinyalir karena roket SpaceX yang lebih canggih dan roket tahap pertamanya dapat digunakan kembali untuk penerbangan selanjutnya.

Satelit Telkom-4 atau Satelit Merah Putih ini adalah satelit komunikasi yang ditempatkan pada orbit geostasioner milik Indonesia yang ada di 108 derajat bujur timur. Diluncurkan dari Cape Canaveral pada pukul 1.18 malam, berjalan sukses, baik pendaratan kembali roket tingkat 1 Falcon 9 ataupun pelepasan satelit dari Geostationary Transfer Orbit (GTO), yang kemudian Satelit akan melanjutkan perjalanan sampai di Geostationary orbit. Perjalananya akan memakan waktu 11 hari untuk sampai ke orbit, akan diperkirakan tiba pada tanggal 18 Agustus 2018 dan akan mulai beroperasi mulai tanggal 15 September 2018.

Yang menarik dari peluncuran ini, Roket yang digunakan adalah roket yang sudah pernah digunakan sebelumnya. Merupakan roket Blok 5 yang pertamakali digunakan kembali setelah sebelumnya mengorbitkan satelit Bangabandhu-1 milik Bangladesh. Layaknya pesawat terbang yang sudah mendarat dan terbang lagi, roket bekas ini bukan berarti kualitasnya buruk, masa iya kita mau pake pesawat terbang yang selalu baru kalo terbang? Kan jadi mahal tiketnya...

Roket Blok 5 sendiri merupakan varian terbaru roket milik SpaceX yang punya daya dorong lebih besar, sehingga mampu membawa muatan yang lebih berat menuju orbit, baik Orbit Rendah Bumi, ataupun Orbit Transfer Geostationary. Sebelumnya SpaceX juga sudah beberapa kali menggunakan kembali roket tingkat satunya dan peluncuran kembali ini sampai saat ini selalu sukses. Bahkan jika digabungkan dengan peluncuran lain tanpa percobaan pendaratan kembali roket tingkat 1, persentase keberhasilan SpaceX mencapai 96,7% tidak jauh dibandingkan dengan roket Soyuz milik rusia yang sudah lebih dari 1700 peluncuran, persentase kesuksesanya mencapai 97,4% yang saat ini dengan 97,4% itu Soyuz termasuk roket yang paling berhasil lho. Kalau SpaceX mempertahankan kesuksesanya, bisa jadi mencapai 99%. Roket Tingkat 1 nya dapat digunakan kembali dalam rata-rata waktu sekitar 2 bulan, meliputi penggantian sparepart yang habis pakai, pengecekan kembali uji terbang dan pengisian bahan bakar. Wah, cukup punya 2 roket bisa dipake buat sebulan sekali berangkat ngorbitin satelit nih, hemat juga ya, dari pada tiap mau ngorbit harus bikin lagi dari awal, kan...

Sukses buat Telkom dan SpaceX, semoga semakin langgeng kedepanya. Biaya satelit turun, biaya telekomunikasi juga ikut turun kan? Hehehehe...




Jumat, 27 Juli 2018

Klaim Garansi Suspensi PCX, Tinggal Tunggu 14 Hari Kerja (Part 2)

Sabtu pagi ini, tepatnya tanggal 28 Juli 2018 saya mengunjungi AHASS Sentra Armada Motor (SAM) di Jalan Pengasinan sesuai dengan instruksi di artikel sebelumnya (part-1). Pengalaman lumayan berharga sih klaim garansi ini, jadi saya sempatkan buat menulis. Sayangnya tadi sambil bawa anak, pengen cepet-cepet beli es krim katanya, jadi enggak bisa banyak ngobrol sama chief mechanic nya. Langsung kronologisnya ya.

Buat yang belum baca sebelumnya, intinya saya klaim garansi suspensi bengkok baret bagian cover as-nya. Saya menghindari kata tidak lurus, karena nanti dibilang 'cuma visual' sama AHM. 'Cuma Visual' ini adalah pernyataan blunder yang akan terus saya sebut, karena ini satu-satunya pernyataan AHM yang enggak cocok di hati, jadi saya akan menghindari kata bengkok, tapi banyak menggunakan kata 'visual' saja.

Setelah menghubungi Astra Honda Care di Facebook dan dihubungi melalui telepon oleh main dealer jawa barat (Daya Adicipta Motora) dan ditanyakan kapan dan dimana saya akan mengunjungi AHASS, saya datang sesuai janji Hari Sabtu ini. Hasilnya? Sabar cak (kok jadi IWB), saya ceritakan pelan-pelan.

Datang bareng anak, saya pikir sudah disiapkan mekanik khusus untuk pemeriksaan klaim garansi ini, tapi ternyata kata mba yang saya enggak ngeh namanya (bagian servis) didaftarkan saja dan harus tunggu 3 motor. Waaaa, lama, si Sulung bisa-bisa bosen nunggu di bengkel nih, jadi akhirnya saya putuskan buat ditinggal. Udah bilang mau ditinggal, eh si sulung minta 'ngecek' ruang tunggunya, mau main-main ke ruang tunggunya, kan ruang tunggu Honda lumayan ya standarnya, banyak yang bisa dilihat.

Jam operasional AHASS Sentra Armada Motor

Fasilitas ruang tunggu

Di ruang tunggu ada tempat main anaknya, walaupun kecil, tapi seenggaknya si kakak bisa main di situ sebentar. Ya, saya juga enggak mbayangin si sulung bisa nunggu service 3 motor sih, rencananya mau diajak jalan-jalan. Eh, dilalah pas lagi ambil dompet di motor, chief mechanic Honda Sentra Armada Motor (SAM) lagi lihat-lihat PCX saya. Dia bilang, ini motor yang hubungin saya ya? Tanya dia. Saya bingung sih, saya enggak merasa hubungin dia, tapi maksudnya saya hubungin Astra Honda Care, Astra Honda Care hubungin Honda Daya Adicipta sebagai main dealer Jawa Barat, kemudian Daya Adicipta menghubungi Sentra Armada Motor memberitahukan untuk melakukan pengecekan motor saya. Waaaa, langsung di cek sama kepala mekanik ini.

Alhamdulillah antrian 3 motor enggak jadi, malah langsung ditanganin sama Pak Sarbin. Di cek secara visual aja, enggak sampe di bongkar, saya tunjukin bagian yang baretnya kanan dan kiri. Kebetulan juga ada PCX lain yang service, pak Sarbin langsung bandingin sama PCX putih itu, enggak ada baretan di cover suspensinya. Nah, langsung deh pak Sarbin bilang 'kita pesenin dulu, minta fotokopi KTP sama STNK-nya aja' katanya. Wooo, langsung dipesenin ini ternyata.

Tadinya sih mau ke tempat fotokopi, tapi ternyata bisa di foto aja. STNK dan KTP di foto, dan selesailah sudah. Baru mau lanjut ngobrol si sulung udah minta jalan. Tapi bisa dipending sebentar dijanjiin foto didepan bengkel, hehehe.


Nah, sampai saat ini, baru segini ceritanya, nanti saya coba ceritain lagi pas penggantian. Pemesanan suspensinya katanya 14 hari kerja, setara dengan satu bulan... lama juga ya... keburu patah enggak ya itu suspensi :| Yasudah lah, kalo patah ya, di anggurin dulu di rumah aja. Demikian sedikit laporan tentang keluhan saya ke AHM tentang suspensi bengkok baret bagian cover as yang kemungkinan tersenggol spring atau koil suspensinya.

Jangan lupa follow @awp_agni atau subscribe blog-nya ya. :D

Minggu, 22 Juli 2018

Klaim Garansi Suspensi PCX, kira-kira bisa ga ya? (Part 1)

Suspensi kelihatan bengkok? Udah lama sih, tapi baru tahu kalo ternyataa dua-duanya yg kelihatan bengkok. Ini masih pake 'kelihatan' ya, soalnya, apa lah mata saya ini dibanding mata-nya AHM yang sudah pakai alat presisi untuk pengukuranya? Nah, tiba-tiba waktu lagi cuci motor akhir pekan, lihat kok ada bekas baret di cover as suspensinya, pertanda koil alias spring yang bagian luar menyentuh bagian dalam penutup plastiknya ini. Wah, kalo diterusin bisa nyenggol as-nya terus bisa bikin bengkok suspensinya nih.

Rencana saya sih memang mau ganti aftermarket, tapi entar-entaran. Tapi kalo kejadianya kaya gini, saya enggak bisa tinggal diam (*intense music started). Akhirnya saya hubungi Astra Honda Care di facebook dengan alamat facebook @AstraHondaCare menggunakan pesan facebook. Ternyata enggak sampe satu hari langsung ditanggepin, walaupun rasanya salah tangkep adminya sama yang saya maksud, tapi yasudah lah, toh nanti akan ada yang hubungin dan meriksa perihal suspensi ini, jadi saya jelasin nanti lagi aja. Jadi intinya nanti akan ada pemeriksaan lebih lanjut, pemeriksa nanti akan menentukan apakah ini dapat di klaim atau tidak, apakah ini biasa saja alias normal, atau perlu perbaikan atau penggantian.

Silahkan di klik untuk perbesar gambar.

Kurang jelas ya, ini gambar yang saya zoom:


Tuh, cover yang saya maksud, terlihat tergerus kan? Nah, saya cuma khawatir aja, ini cover lama-lama menipis, lepas, terus springnya kena as-nya, terus bengkok.

Masalah bengkok yang ditanggapi AHM sebagai penampilan visual saja ini mengganggu secara visual sih, tapi ya apa boleh buat kalo emang enggak di recall. Katanya sih enggak mengganggu performa suspensi. Nah, kalo modelnya macem saya ini, kira-kira berapa lama sampai akhirnya mengganggu? Apa nunggu sampe pelindung plastiknya habis, nyenggol as-nya kemudian dalam 2 tahun suspensi jadi bekerja tidak normal? Nah, ini juga jadi pertanyaan saya nih, kira-kira berapa lama sih usia suspensi yang diharapkan AHM? Apakah maksudnya dengan penampakan visual bengkok ini dapat tetap digunakan sampai batas usia minimum penggunaan suspensi? Ah, makin banyak pertanyaan yang saya enggak akan bisa jawab, dan rasanya tanya ke AHM belum tentu dijawab juga. Jadi, kita lihat aja gimana nanti komentar tim yang memeriksa ya.

Sekarang memang masih proses, baru selesai ditanya mengenai suspensi ini, dminta data lengkapnya, dan nantinya katanya akan dihubungi Honda Daya Adicipta Motor perihal pemeriksaan, apakah ini akan dapat di klaim atau tidak. Barusan ini (23 Juli 2018) juga di telpon lho sama main dealer bogor, intinya masalahnya apa, biasa servis dimana, dan nanti bilang aja kalo udah di telpon sama main dealer bogor untuk segera melakukan pemeriksaan suspensi belakang ini. Dan rencananya sih saya sabtu mau ke AHASS deket rumah untuk melakukan pengecekan.

Kalo harapan saya sih bisa diperbaiki bentuk Visualnya ini, tapi kalo enggak termasuk garansi ya apa boleh buat. Pengalaman klaim ini jarang-jarang saya alami, karena saya percaya kalo sudah di jual produk sudah melewati banyak Quality Control atau QC, jadi tingkat kecacatanya bisa sedikit. Nah, karena kurang beruntung, saya dapat yang secara penampilan tidak sesuai dengan yang saya harapkan.

Bagaimana kelanjutanya? Nanti kita tunggu hari Sabtu ya.

Silahkan di follow blog-nya dengan mengiis alamat email di kanan atas, atau twitter di @awp_agni

Selasa, 17 Juli 2018

Apa BBM Bisa Basi?

Kira-kira BBM bisa basi enggak ya? Kalo basi jadi apa ya? Begitu kira-kira pertanyaan yang tiba-tiba muncul di benak saya di perjalanan tadi. Nah, setelah browsing-browsing, akhirnya ketemu nih artikel yang judulnya Does Gasoline Go Bad? Bisa langsung di klik judulnya buat ke artikel aselinya. Kata Pakde James Speight, seorang konsultan energi dan penulis buku "Handbook of Petroleum Refining", sangat sulit menggeneralisir. BBM dapat disimpan hingga berbulan-bulan bahkan tahunan tergantung pada lingkunganya, seperti panas, tingkat oksigen, dan kelembaban sangat mempengaruhi kualitas BBM. Lha kok yang ada di dalam bumi bisa tahan jutaan tahun? Itu blm diolah pakde, kalo udah beda banget sama yang diminum kendaraan.



Dalam pengolahanya, BBM ini dimurnikan, memisahkan bahan-bahan lain yang terkandung dalam minyak bumi. Kemudian ditambahkan substansi untuk meningkatkan oktan. Sudah dibahas ya tentang oktan di artikel Tentang Angka Oktan dan Kompresi di artikel kemarin-kemarin. Hasilnya, ada ratusan zat additive yang dicampurkan dalam BBM sehingga mencapai kualitas yang diinginkan untuk mesin kendaraan.

Masih di artikel yang sama, kata Richard Stanley, mantan insinyur kimia di Fluor Corporation, kalo BBM didiemin gitu aja, lama-lama enggak bekerja seperti yang kita pikirkan alias bahasa sini-nya basi. Ini lantaran zat hidrokarbon yang lebih ringan mulai menguap meninggalkan si cairan BBM ini. Lha kalo zat yang lebih ringan ini pada menguap, mesin mobil enggak bisa bekerja optimal dengan BBM yang tersisa ini kalo BBM didiemin terlalu lama. Masih kata Stanley, BBM ini kaya anggur, begitu dibuka dari botol, BBM akan mulai teroksidasi. Sebagian Hidrokarbon menguap yang lainya bereaksi dengan oksigen di udara, kemudian mulai memadat yang kita sebut sebagai gum. Kalo BBM basi ini masuk ke pipa-pipa, ini kaya kolesterol, mulai menyumbat saluran, misalnya saluran pompa bensin. Kesimpulanya, bensin harus disimpan di tempat yang dingin dengan oksigen yang rendah, yang kalo di SPBU biasanya disimpen di bawah tanah (tangkinya di tanam di bawah tanah).

Tapi, banyak banget faktor yang menentukan ini, jadi enggak bisa dibilang berapa lama BBM ini Basi, intinya sih, bukan hal yang bagus menyimpan BBM terlalu lama di tempat yang tidak disesuaikan untuk nyimpen BBM.

Nah, dari sini, coba pikir-pikir lagi, kalo di pertamini gitu kira-kira nyimpen BBM-nya dimana? Di jemur (kena panas), jangan-jangan botolnya tadinya lembab, atau udah berapa lama itu BBM disimpen di situ? Ya, BBM bisa basi, tapi variabel yang menentukan kebasi-anya itu banyak banget, enggak bisa kita nentuin 1 bulan, atau 1 tahun, tapi yang pasti, enggak baik nyimpen BBM di tempat yang tidak sesuai.

Kunjungi Postingan Lainya